Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat 5,20 Persen pada Triwulan III/2025
VISI.NEWS | BANDUNG - Laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada Triwulan III/2025 tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,46 persen secara *quartal to quartal* (q-to-q). Meskipun demikian, angka ini lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (Triwulan II/2025) yang tercatat tumbuh sebesar 2,33 persen. Secara *year on year* (y-on-y), pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan ini mencapai 5,20 persen, meskipun sedikit menurun dibandingkan dengan pertumbuhan 5,23 persen yang tercatat pada Triwulan II/2025.
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus, dalam siaran persnya yang disampaikan pada Rabu (5/11/2025), menjelaskan bahwa meskipun ada penurunan, secara kumulatif, ekonomi Jawa Barat tetap tumbuh positif. Secara *cumulative to cumulative* (c-to-c), pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tercatat sebesar 5,14 persen.
Namun, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada Triwulan III/2025 masih lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 1,43 persen secara *q-to-q*. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Jawa Barat terus mengalami pertumbuhan, namun laju pertumbuhannya sedikit tertinggal dibandingkan dengan perekonomian secara keseluruhan di Indonesia.
Menurut Darwis, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat pada Triwulan III/2025 mencapai 461,90 triliun rupiah atas dasar harga konstan, atau 759,80 triliun rupiah berdasarkan harga berlaku. Angka ini mencerminkan besarnya aktivitas ekonomi di Jawa Barat, meskipun ada penurunan pada beberapa sektor.
Sektor industri pengolahan menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada Triwulan III/2025. Industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 40,94 persen terhadap PDRB dan tercatat tumbuh sebesar 2,49 persen. Meskipun kontribusinya besar, sektor ini mengalami penurunan laju pertumbuhannya jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tercatat tumbuh lebih tinggi.
Sektor perdagangan berkontribusi sebesar 14,38 persen terhadap PDRB Jawa Barat pada triwulan ini, meskipun hanya tumbuh sebesar 0,32 persen. Sektor pertanian, yang sebelumnya menjadi motor penggerak penting bagi perekonomian Jawa Barat, justru mengalami kontraksi sebesar 6,96 persen dan berkontribusi 8,57 persen terhadap PDRB. Sektor konstruksi juga mencatatkan pertumbuhan positif dengan kontribusi 8,39 persen dan pertumbuhan 1,50 persen, sementara sektor transportasi terkontraksi sebesar 1,42 persen dengan kontribusi 6,51 persen terhadap PDRB.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi kontributor terbesar dengan kontribusi sebesar 65,15 persen terhadap perekonomian Jawa Barat. Namun, konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi sebesar 2,04 persen. Di sisi lain, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tercatat tumbuh sebesar 1,89 persen dan memberikan kontribusi 24,63 persen, sementara konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 5,23 persen dengan kontribusi 4,60 persen.
Darwis juga menjelaskan bahwa net ekspor memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi Jawa Barat, dengan laju pertumbuhan sebesar 9,42 persen dan kontribusi sebesar 4,93 persen terhadap PDRB. "Sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Barat terbesar pada triwulan III/2025 secara *q-to-q* menurut lapangan usaha adalah industri pengolahan sebesar 1,02 persen, sedangkan menurut pengeluaran adalah net ekspor sebesar 1,07 persen," rincinya.
Secara keseluruhan, meskipun ada penurunan dalam beberapa sektor, ekonomi Jawa Barat masih mencatatkan angka pertumbuhan positif baik secara *q-to-q* maupun *y-on-y*. Pemerintah provinsi dan pihak terkait perlu memperhatikan sektor-sektor yang mengalami kontraksi, seperti pertanian dan transportasi, agar dapat menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!