Nikah di KUA Makin Diminati, Pasangan Muda Pilih Sederhana dan Praktis 7 Aug 2026 VISI | Khidmah Strategis Muktamar NU 7 Aug 2026 Bandung-Lampung Kembali Terhubung, Wings Air Resmi Buka Penerbangan Perdana dari Bandara Husein 7 Aug 2026 BMKG: Bandung pada Jumat (7/8/2026) Cerah Berawan, Suhu Capai 31 Derajat 7 Aug 2026 KHUTBAH JUMAT | 4 Hal yang Menghalangi Terkabulnya Doa Seorang Muslim 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Pelaku Perusakan Dapur MBG di Sukabumi Masih Dalam Pengejaran 7 Aug 2026 Nikah di KUA Makin Diminati, Pasangan Muda Pilih Sederhana dan Praktis 7 Aug 2026 VISI | Khidmah Strategis Muktamar NU 7 Aug 2026 Bandung-Lampung Kembali Terhubung, Wings Air Resmi Buka Penerbangan Perdana dari Bandara Husein 7 Aug 2026 BMKG: Bandung pada Jumat (7/8/2026) Cerah Berawan, Suhu Capai 31 Derajat 7 Aug 2026 KHUTBAH JUMAT | 4 Hal yang Menghalangi Terkabulnya Doa Seorang Muslim 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Pelaku Perusakan Dapur MBG di Sukabumi Masih Dalam Pengejaran 7 Aug 2026

Pertemuan dengan Presiden Israel, Ketua Umum PBNU Gus Yahya Meminta Maaf

ED
Selasa, 16 Juli 2024 | 18:30 WIB
Bagikan
Pertemuan dengan Presiden Israel, Ketua Umum PBNU Gus Yahya Meminta Maaf

VISI.NEWS | JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, memberikan klarifikasi terkait pertemuan lima anggota Nahdliyin dengan Presiden Israel, Isaac Herzog. Dalam konferensi pers yang diadakan di kantor PBNU di Jakarta Pusat, Gus Yahya menjelaskan bahwa undangan untuk pertemuan tersebut berasal dari sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) advokat yang terafiliasi dengan Israel.

LSM Terafiliasi dengan Israel

Gus Yahya mengungkapkan bahwa LSM yang mengundang lima Nahdliyin tersebut berfokus pada bidang hukum dan memiliki hubungan erat dengan Israel. "Yang mengajak, dia ini, saya dari informasi setelah saya tanya, memang dari satu chanel NGO yang merupakan advokat dari Israel," ujar Gus Yahya. Pada Selasa (16/7/2024). Ia juga menambahkan bahwa LSM serupa tersebar di berbagai negara dengan tujuan utama untuk memuluskan kepentingan politik Israel.

Pendekatan dan Konsolidasi

Gus Yahya menjelaskan bahwa LSM tersebut memiliki cara-cara canggih untuk mendekati individu-individu dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Irak, dan lainnya. Lima orang Nahdliyin tersebut, menurutnya, telah didekati dan diajak untuk berangkat ke Israel melalui pendekatan individu. "Memang mereka di sana programnya adalah sekadar pertemuan-pertemuan intervene dialog di sana dengan berbagai pihak. Katanya tanpa agenda pertemuan dengan Presiden Israel sebelumnya. Dan itu mendadak diadakan di sana," ungkapnya.

Permintaan Maaf

Gus Yahya juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat luas terkait pertemuan tersebut. Ia menyadari bahwa tindakan tersebut tidak pantas dalam konteks situasi saat ini. "Sepatutnya saya mohon maaf kepada masyarakat luas seluruhnya bahwa ada beberapa orang dari kalangan NU yang tempo hari pergi ke Israel melakukan engagement di sana," kata Gus Yahya. Ia menambahkan, "Kami mengerti dan sangat memaklumi bahwa ini, kami merasakan hal yang sama bahwa ini adalah sesuatu yang tidak patut di dalam konteks suasana yang ada saat ini."

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.