Pertamina dan ESDM Ungkap Penyebab Kenaikan BBM Nonsubsidi April 2026
VISI.NEWS | JAKARTA - PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai Sabtu (18/4/2026). Kebijakan ini berlaku untuk sejumlah jenis BBM, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Turbo kini mencapai Rp 19.400 per liter, naik Rp 6.300 dari sebelumnya Rp 13.100 per liter pada awal April 2026. Sementara itu, harga Dexlite naik menjadi Rp 23.600 per liter dari sebelumnya Rp 14.200, atau mengalami kenaikan sebesar Rp 9.400 per liter.
Kenaikan serupa juga terjadi pada Pertamina Dex yang kini dibanderol Rp 23.900 per liter, dari sebelumnya Rp 14.500 per liter. Di tengah kenaikan tersebut, harga minyak dunia justru mengalami penurunan setelah Iran membuka kembali Selat Hormuz pada Jumat (17/4/2026).
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun 9,47 dollar AS atau 10,29 persen menjadi 84,95 dollar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent turun 8,52 dollar AS atau 8,52 persen menjadi 90,87 dollar AS per barel.
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan minyak yang sangat vital karena menghubungkan Teluk Arab dengan Samudera Hindia.
Jalur ini menjadi rute utama distribusi minyak dari negara-negara Teluk seperti Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Lantas, apa alasan kenaikan harga BBM nonsubsidi di tengah turunnya harga minyak dunia?
Alasan harga BBM nonsubsidi Pertamina naik
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun, menjelaskan penyesuaian harga BBM nonsubsidi telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Halaman :
Baca SelengkapnyaBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!