Pertamina dan ESDM Ungkap Penyebab Kenaikan BBM Nonsubsidi April 2026
Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai kenaikan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex sejalan dengan dinamika global, terutama akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.
“Kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan bagian dari mekanisme yang mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar, sehingga ini merupakan respons terhadap kondisi pasar global,†ujar Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia.
Menurut Anggia, sejumlah negara tetangga bahkan telah lebih dulu menaikkan harga BBM dengan besaran yang cukup tinggi. Karena itu, pemerintah menekankan pentingnya penetapan harga yang transparan, kompetitif, dan tidak menimbulkan distorsi di pasar.
“Tapi hal penting yang perlu kami tekankan adalah Pemerintah memastikan harga BBM subsidi, baik itu Pertalite dan Solar Subsidi, tidak naik,†kata Anggia.
Pemerintah juga memastikan harga BBM subsidi akan tetap stabil hingga akhir 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Namun demikian sekali lagi, kita pasti bisa melewati kondisi ini dengan kerja sama dan dukungan dari masyarakat. InsyaAllah kita bisa survive,†ujar Anggia.
Adapun saat ini harga Pertamax (RON 92) masih dipertahankan di Rp 12.300 per liter dan Pertamax Green Rp 12.900 per liter. Sementara itu, harga BBM subsidi juga tidak berubah, yakni Pertalite Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.
Daftar lengkap harga BBM Pertamina per 18 April 2026
Dilansir dari laman resminya, berikut adalah daftar lengkap harga BBM Pertamina yang berlaku per 18 April 2026:
Halaman :
Baca SelengkapnyaBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!