Persib Balikkan Keadaan, PSM Tak Berkutik

ED
PN
Minggu, 6 September 2026 | 21:06 WIB
Bagikan
Persib Balikkan Keadaan, PSM Tak Berkutik

Maung Bandung melakukan comeback gemilang dan menundukkan PSM Makassar dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (6/9/2026). /visi.news/billy somantri

VISI.NEWS - Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu malam, 6 September 2026, menjadi panggung sebuah pembalikan keadaan yang menggambarkan karakter Persib Bandung sebagai juara bertahan.

 Dalam laga pembuka Super League 2026/27, Maung Bandung sempat dibuat terdiam oleh gol cepat PSM Makassar. Kodai Tanaka mencetak gol pada menit keenam dan membawa Juku Eja unggul 1-0. Persib bahkan harus kehilangan kapten Marc Klok karena cedera sebelum turun minum.

 Namun, pertandingan berubah total setelah jeda.

 Tiga gol dalam 34 menit membuat Persib bangkit dari keterpurukan. Patricio Matricardi menyamakan kedudukan pada menit ke-48, Balsa Sekulic membalikkan skor tiga menit kemudian, sebelum Uilliam Barros Pereira mengunci kemenangan lewat gol pada menit ke-82.

 Persib pun menutup laga dengan kemenangan 3-1.

 Bukan sekadar tiga poin, kemenangan ini menjadi gambaran awal tentang bagaimana Maung Bandung mencoba mempertahankan mental juara di tengah musim baru dan komposisi skuad yang kembali mengalami perubahan.

 Persib mengawali pertandingan dengan komposisi Fitrah Maulana di bawah mistar. Empat pemain mengawal lini belakang, yakni Gabriel Mutombo, Danijel Loncar, Ikwan Ali Tanamal, dan Patricio Matricardi.

 Di tengah, Marc Klok dipercaya sebagai kapten bersama Thom Haye. Sementara Beckham Putra Nugraha, Mariano Peralta, Berguinho, dan Uilliam Barros Pereira menjadi tumpuan serangan.

 Tetapi rencana tersebut tidak langsung berjalan mulus.

 PSM tampil agresif dan mampu memanfaatkan celah di pertahanan Persib. Pada menit keenam, Kodai Tanaka mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan.

 Bola meluncur ke gawang dan mengubah papan skor menjadi 0-1.

 Untuk sesaat, puluhan ribu pendukung Persib di GBLA dibuat terdiam.

 Gol tersebut bukan hanya mengubah skor, tetapi juga memaksa Persib mengubah pendekatan permainan. Maung Bandung harus mengejar ketertinggalan sementara PSM mendapatkan kepercayaan diri untuk mempertahankan keunggulan.

 Persib berusaha merespons melalui permainan dari lini tengah. Namun, sampai babak pertama berakhir, upaya tersebut belum menghasilkan gol.

 Masalah Persib bertambah ketika Marc Klok mengalami cedera. Sang kapten harus meninggalkan pertandingan, membuat Maung Bandung memasuki ruang ganti dalam kondisi tertinggal.

Jeda yang Mengubah Segalanya

 Jika babak pertama menjadi milik PSM, babak kedua berubah menjadi panggung kebangkitan Persib.

 Igor Tolic memasukkan Balsa Sekulic untuk menggantikan Beckham Putra Nugraha. Perubahan tersebut segera memberikan energi baru bagi permainan tuan rumah.

 Persib langsung meningkatkan tekanan.

 Tidak membutuhkan waktu lama, gol penyama akhirnya lahir.

 Pada menit ke-48, sepak pojok Thom Haye menjadi awal petaka bagi pertahanan PSM. Patricio Matricardi memenangkan duel udara dan menanduk bola ke dalam gawang Hilman Syah.

 GBLA kembali bergemuruh.

 Skor 1-1 menghapus keunggulan PSM dan menghidupkan kembali kepercayaan diri pemain Persib.

 Menariknya, kebangkitan tersebut tidak berhenti pada satu gol.

Tiga Menit yang Mengubah Pertandingan

 Hanya tiga menit setelah menyamakan kedudukan, Persib berbalik unggul.

 Balsa Sekulic menerima bola di depan kotak penalti. Penyerang asal Montenegro tersebut kemudian melepaskan tendangan kaki kiri yang gagal dihentikan Hilman Syah.

 2-1 untuk Persib.

 Bagi Sekulic, gol tersebut memiliki arti tersendiri. Itu merupakan gol pertamanya untuk Persib dalam kompetisi resmi.

 Bagi tim, gol tersebut menjadi bukti bahwa tekanan yang diberikan selepas jeda mulai menghancurkan momentum PSM.

 Jika sebelumnya Juku Eja mampu bermain efektif dan membuat Persib kesulitan, situasinya berubah drastis setelah dua gol cepat tersebut.

 PSM kini berada dalam posisi mengejar.

Persib Mulai Mengontrol Permainan

 Keunggulan membuat Persib bermain lebih percaya diri. Namun, PSM tetap berusaha mencari celah untuk menyamakan kedudukan.

 Pada menit ke-57, Mariano Peralta mendapatkan kartu kuning setelah melakukan pelanggaran. Kartu tersebut menjadi kartu kuning pertama Persib dalam pertandingan.

 PSM terus mencoba membangun serangan, tetapi pertahanan Persib mampu meredam tekanan.

 Persib juga beberapa kali mengancam. Salah satunya melalui Thom Haye pada menit ke-73. Sayangnya, tembakan gelandang tersebut masih mampu diamankan Hilman Syah.

 Igor Tolic kemudian melakukan penyegaran pada menit ke-78. Thom Haye dan Mariano Peralta ditarik keluar, digantikan Dedi Kusnandar dan Luka Menalo.

 Pergantian itu bukan sekadar perubahan personel. Dalam situasi unggul, Persib membutuhkan tenaga baru untuk mempertahankan intensitas sekaligus mengamankan hasil.

Barros Menutup Pintu Comeback PSM

 Harapan PSM untuk mengejar ketertinggalan akhirnya semakin tipis pada menit ke-82.

 Uilliam Barros Pereira menjadi aktor berikutnya dalam pesta comeback Persib.

 Tembakan keras Barros meluncur tanpa mampu dibendung Hilman Syah.

 3-1.

 GBLA kembali meledak.

 Persib yang sempat tertinggal pada babak pertama kini justru unggul dua gol. Barros sekaligus memberikan ruang bernapas bagi Maung Bandung untuk menghadapi sisa pertandingan.

 PSM tidak menyerah. Juku Eja mencoba menguasai bola dan mencari gol kedua.

 Namun, Persib tidak memberikan ruang mudah.

 Pada menit ke-86, Persib melakukan pergantian terakhir. Berguinho ditarik keluar dan Ragnar Oratmangoen masuk.

 PSM terus menekan pada masa tambahan waktu selama empat menit. Penguasaan bola lebih banyak berada di kaki pemain tim tamu.

 Tetapi Persib mampu bertahan dengan disiplin.

 Maung Bandung bahkan sempat kembali memberikan ancaman melalui kombinasi Luka Menalo dan Ragnar Oratmangoen. Umpan mendatar Menalo sayangnya gagal disambut pemain Persib lainnya.

 Peluit panjang akhirnya berbunyi.

 Persib menang 3-1.

Bukan Sekadar Comeback

 Kemenangan tersebut memperlihatkan dua wajah Persib dalam satu pertandingan.

 Babak pertama menunjukkan bahwa sang juara bertahan masih memiliki pekerjaan rumah. Lini pertahanan sempat lengah dan harus membayar mahal dengan gol cepat Tanaka. Cedera Marc Klok juga menjadi situasi yang harus diperhatikan.

 Namun, babak kedua memperlihatkan respons yang berbeda.

 Persib mampu menaikkan intensitas, mencetak tiga gol, dan mengubah pertandingan dalam waktu kurang dari satu babak.

 Matricardi menjadi pembuka kebangkitan. Sekulic mengubah arah pertandingan. Barros kemudian menyelesaikan pekerjaan.

 Tiga pemain dengan peran berbeda tersebut menjadi simbol comeback Maung Bandung.

Langkah Pertama Menuju Target Besar

 Tiga poin dari PSM menjadi bekal awal Persib dalam perjalanan panjang Super League 2026/27.

 Target Maung Bandung bukan sekadar memenangkan pertandingan pembuka. Sebagai tim yang datang dengan ambisi mempertahankan gelar, setiap pertandingan menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi sepanjang musim.

 Hasil tersebut menempatkan Persib di posisi kedua klasemen sementara dengan tiga poin. Maung Bandung memiliki nilai yang sama dengan Arema FC yang berada di posisi teratas setelah menang telak 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC.

 Perjalanan musim masih panjang. Namun, jika kemenangan perdana ini ingin dibaca sebagai sebuah pesan, Persib sudah menunjukkannya dengan cukup jelas: tertinggal lebih dulu bukan berarti menyerah.

 Dari GBLA yang sempat terdiam karena gol cepat PSM, Persib justru menutup malam dengan sorak kemenangan.

 Comeback 3-1 itu menjadi pembuka perjalanan Maung Bandung untuk kembali mengejar puncak.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.