Persiapan Rahasia Hasbullah Lawan Israel
Pejabat militer Israel menyatakan bahwa Hasbullah masih memiliki persediaan senjata yang cukup besar dan terus berusaha menambahnya melalui berbagai jalur.
“Mereka masih memiliki banyak senjata dan berusaha mempersenjatai diri kembali. Mereka mencoba menyelundupkan senjata dan kami berusaha mencegahnya,” kata juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Nadav Shoshani.
Upaya persenjataan ulang tersebut terjadi di tengah situasi pascaperang yang masih sulit di Lebanon selatan. Sekitar 60.000 warga Lebanon dilaporkan masih mengungsi sejak konflik 2024, sebagian besar berasal dari komunitas Muslim Syiah yang menjadi basis dukungan Hasbullah.
Banyak rumah mereka masih hancur, sementara bantuan keuangan dari Iran juga digunakan untuk membantu biaya sewa tempat tinggal sementara bagi para pengungsi.
Meskipun berada dalam tekanan, tanda-tanda peningkatan aktivitas militer Hasbullah mulai terlihat dari intensitas serangan yang dilakukan kelompok tersebut baru-baru ini. Pada 2 Maret, hari pertama mereka melancarkan serangan terhadap Israel, sekitar 60 roket dan drone diluncurkan.
Jumlah yang sama kembali ditembakkan pada hari berikutnya. Namun pada 4 Maret, jumlah proyektil yang ditembakkan meningkat lebih dari dua kali lipat.
Menurut seorang pejabat asing yang memantau aktivitas kelompok tersebut, peningkatan itu menunjukkan bahwa Hasbullah masih memiliki cadangan senjata yang cukup besar.
“Lonjakan jumlah serangan itu menunjukkan mereka memiliki stok yang lebih besar dari yang diperkirakan,” katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!