Peringatan Hari Santri di Korsel, Menag: Jaga Kedaulatan Negara, Hargai Perjuangan Para Kiai
"Waspadai setiap upaya yang menganggu citra baik Indonesia. Masih saja ada beberapa kelompok keagamaan yang meneriakkan narasi NKRI bersyariah, khilafah, dan sebagainya," tuturnya.
Gus Men menegaskan bahwa bentuk negara Indonesia sudah final. Entitas ketatanegaraan yang bernama NKRI itu dibentuk atas dasar keberagamaan. Indonesia didirikan oleh beragam suku, agama, adat istiadat.
"Selalu saya mengatakan, tidak ada Indonesia kalau tidak ada Jawa, Sunda, Batak, Minang, Aceh, dan sebagainya. Tidak ada Indonesia kalau tidak ada Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, Konghucu. Indonesia ada karena perbedaan, dan keberagaman yang menguatkan kita," tegasnya.
Menag meminta warga Indonesia, terutama yang berada di Korea Selatan, jangan pernah ikut gerakan atau narasi yang menginginkan Indonesia diubah menjadi negara agama.
Peringatan Hari Santri 2022 bertepatan momen Maulid Nabi Muhammad saw. Menag Yaqut mengajak para santri dan diaspora di Korsel untuk mencontoh akhlak dan perilaku Nabi Muhammad yang santun. Menurutnya, Nabi adalah sosok atau figur yang baik, selalu menjaga martabat dirinya dan kaumnya.
"Teladanilah akhlak baik Nabi Muhammad agar hidup lebih tertata dengan baik," pesannya. @fen
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!