Rizky Billar Mengaku Jadi Korban Penggelapan Dana Rp3,1 Miliar 6 Aug 2026 Head to Head Persija vs Arema FC, Singo Edan Lebih Unggul 6 Aug 2026 Heboh Penarikan 40 Merek Beras, Bos Bulog Sidak Ritel Modern, Ini Hasilnya 6 Aug 2026 Cegah Keracunan MBG, SPPG Tanpa SLHS Terancam Ditutup Permanen 6 Aug 2026 Polisi Tetapkan Saepullah Tersangka Kasus Mutilasi di Depok 6 Aug 2026 BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 poin 6 Aug 2026 Jadwal Persija vs Arema FC, Perebutan Juara Tiga Piala Presiden 2026 6 Aug 2026 Riset DIR: Trust Publik Menguat, Modal Baru Benahi MBG 6 Aug 2026 Preview Persib vs Persebaya: Buru Trofi Pembuka Era Baru 6 Aug 2026 KDMP Nagrak Jalin Kerja Sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Bupati Bandung Beri Apresiasi 6 Aug 2026 Rizky Billar Mengaku Jadi Korban Penggelapan Dana Rp3,1 Miliar 6 Aug 2026 Head to Head Persija vs Arema FC, Singo Edan Lebih Unggul 6 Aug 2026 Heboh Penarikan 40 Merek Beras, Bos Bulog Sidak Ritel Modern, Ini Hasilnya 6 Aug 2026 Cegah Keracunan MBG, SPPG Tanpa SLHS Terancam Ditutup Permanen 6 Aug 2026 Polisi Tetapkan Saepullah Tersangka Kasus Mutilasi di Depok 6 Aug 2026 BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 poin 6 Aug 2026 Jadwal Persija vs Arema FC, Perebutan Juara Tiga Piala Presiden 2026 6 Aug 2026 Riset DIR: Trust Publik Menguat, Modal Baru Benahi MBG 6 Aug 2026 Preview Persib vs Persebaya: Buru Trofi Pembuka Era Baru 6 Aug 2026 KDMP Nagrak Jalin Kerja Sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Bupati Bandung Beri Apresiasi 6 Aug 2026

Peretas Berbaik Hati, Bebaskan Sistem PDNS 2 Kominfo Tanpa Tebusan

ED
Selasa, 2 Juli 2024 | 13:00 WIB
Bagikan
Peretas Berbaik Hati, Bebaskan Sistem PDNS 2 Kominfo Tanpa Tebusan

VISI.NEWS | BANDUNG - Kabar gembira datang dari para peretas yang menyerang Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 Kominfo RI. Mereka secara sukarela akan merilis kunci deskripsi untuk memulihkan sistem yang diretas, tanpa menuntut tebusan.

Keputusan ini diambil karena para peretas mengaku iba melihat kondisi sistem yang lumpuh dan dampaknya terhadap masyarakat Indonesia. Dalam pengumuman publik, mereka menyatakan bahwa kunci deskripsi akan dibagikan pada hari Rabu, (3/7/2024).

Sebelumnya, sistem PDNS 2 Kominfo diretas oleh kelompok yang tidak dikenal pada tanggal 24 Juni 2024. Serangan ini menyebabkan gangguan signifikan pada layanan internet di berbagai wilayah di Indonesia.

Meskipun belum ada uang tebusan yang dibayarkan, para peretas memutuskan untuk membebaskan sistem dengan sukarela. Tindakan ini menunjukkan sisi kemanusiaan mereka, meskipun aksi peretasan tetap tidak dapat dibenarkan.

Masyarakat Indonesia patut berterima kasih atas kedermawanan para peretas ini. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi pemerintah untuk meningkatkan keamanan sistem IT agar terhindar dari serangan serupa di masa depan.

Para peretas yang menyerang PDNS 2 Kominfo RI akan merilis kunci deskripsi untuk memulihkan sistem. Tindakan ini dilakukan secara sukarela tanpa menuntut tebusan. Motif di balik kedermawanan para peretas adalah rasa iba terhadap masyarakat Indonesia yang terkena dampak dari serangan tersebut. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk meningkatkan keamanan sistem IT. @maulana

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.