Penyakit Lupus: Penyakit Autoimun yang Menyerang Berbagai Organ dan Jaringan dalam Tubuh
VISI.NEWS | BANDUNG - Lupus adalah penyakit autoimun yang dapat menyerang berbagai organ dan jaringan dalam tubuh, menyebabkan peradangan dan nyeri di berbagai bagian tubuh. Penyakit ini bisa mengenai siapa saja, meskipun terdapat beberapa kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terkena lupus. Penyebab pasti lupus belum diketahui, namun faktor genetik dan lingkungan diyakini berperan dalam perkembangan penyakit ini.
Apa Itu Lupus?
Menurut Lupus Foundation of America, lupus (systemic lupus erythematosus) merupakan penyakit kronis (jangka panjang), di mana sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan infeksi justru menyerang jaringan yang sehat. Lupus sering menyerang organ dalam seperti ginjal dan jantung, kulit, serta sendi. Penting untuk diketahui bahwa lupus tidak menular.
Orang yang berisiko tinggi terkena lupus meliputi: - Wanita berusia 15-44 tahun - Kelompok ras atau etnis tertentu - Orang yang memiliki anggota keluarga dengan lupus atau penyakit autoimun lainnya
Lupus lebih sering terjadi pada wanita daripada pria, terutama pada wanita dengan latar belakang keturunan Afrika, Karibia, Asia, atau Cina.
Jenis-Jenis Penyakit Lupus
Lupus sistemik adalah jenis lupus yang paling umum, tetapi ada juga beberapa jenis lupus lainnya, yaitu: 1. Lupus eritematosus sistemik (SLE): Jenis lupus yang paling umum dan dapat menyerang berbagai bagian tubuh. 2. Lupus kutan: Bentuk lupus yang terbatas pada kulit. 3. Lupus yang disebabkan oleh obat: Lupus yang muncul sebagai reaksi terhadap obat resep tertentu. 4. Lupus neonatal: Jenis lupus langka yang menyerang bayi dari ibu yang memiliki lupus.
Gejala Penyakit Lupus
Tidak ada satu pun tanda atau gejala awal lupus yang spesifik. Karena lupus dapat mempengaruhi banyak bagian tubuh, gejalanya sangat bervariasi. Menurut National Health Service Inggris, gejala awal lupus dapat meliputi: - Kelelahan ekstrem yang tidak hilang meskipun telah banyak beristirahat. - Nyeri sendi dan otot. - Ruam kulit yang menyebar di pipi dan batang hidung (ruam kupu-kupu), yang biasanya muncul setelah terkena sinar matahari.
Gejala lainnya bisa termasuk kelenjar bengkak, depresi, kecemasan, nyeri dada atau perut, sakit kepala, sariawan, suhu tinggi, rambut rontok, penurunan berat badan, dan perubahan warna pada jari tangan dan kaki ketika kedinginan, cemas, atau stres (sindrom Raynaud). Lupus juga sering kambuh, dengan gejala yang bisa memburuk selama beberapa minggu atau lebih lama, kemudian mereda (remisi).
Penyebab Penyakit Lupus
Sampai saat ini, penyebab pasti lupus belum diketahui. Namun, faktor genetik dan lingkungan diyakini berperan dalam perkembangan penyakit ini. Beberapa kemungkinan penyebab lupus meliputi: - Infeksi virus - Paparan sinar matahari - Masa pubertas - Persalinan - Menopause - Obat-obatan tertentu
Para ahli juga berpendapat bahwa hormon tertentu, seperti estrogen, atau pemicu lingkungan mungkin berkontribusi terhadap perkembangan lupus.
Apakah Lupus Bisa Sembuh?
Hingga saat ini, belum ada obat untuk menyembuhkan lupus. Namun, gejala lupus dapat dikelola dengan pengobatan yang tepat. Pengidap lupus mungkin mengalami remisi total, yaitu saat gejala menghilang untuk jangka waktu yang lama. Pengobatan lupus biasanya melibatkan obat anti-inflamasi, hydroxychloroquine, steroid, dan imunosupresan untuk membantu mengendalikan sistem kekebalan tubuh.
Perawatan Penyakit Lupus
Perawatan untuk mengelola lupus meliputi: - Menggunakan tabir surya dengan faktor tinggi dan mengenakan topi di bawah sinar matahari. - Mengatur diri sendiri untuk menghindari kelelahan berlebihan. - Tetap aktif dan mencoba teknik relaksasi untuk mengelola stres. - Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang, termasuk vitamin D dan kalsium.
Mendiagnosis lupus tidak selalu mudah karena gejalanya mirip dengan penyakit atau kondisi lain. Biasanya, dokter akan melakukan beberapa tes darah untuk mendiagnosis lupus, mencari kadar antibodi tertentu yang tinggi dan gejala lupus yang umum.
@shintadewip
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!