Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Persib Tak Gelar Konvoi Jika Jadi Juara Piala Presiden 2026 5 Aug 2026 PT BDS Pastikan Pembayaran Piutang Vendor Lewat Proses Hukum 5 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Don Ritto di Bandung Terkait Kasus TPPU 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Persib Tak Gelar Konvoi Jika Jadi Juara Piala Presiden 2026 5 Aug 2026 PT BDS Pastikan Pembayaran Piutang Vendor Lewat Proses Hukum 5 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Don Ritto di Bandung Terkait Kasus TPPU 5 Aug 2026

Penrad Siagian Apresiasi Pidato Prabowo, Tapi Ingatkan Pentingnya Penegakan HAM dan Keadilan Agraria

ED
Senin, 21 Oktober 2024 | 11:10 WIB
Bagikan
Penrad Siagian Apresiasi Pidato Prabowo, Tapi Ingatkan Pentingnya Penegakan HAM dan Keadilan Agraria

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota DPD RI, Penrad Siagian, turut hadir dalam rapat paripurna pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Minggu (20/10/2024).

Dalam sambutannya, Penrad menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Prabowo Subianto yang memulai masa tugas baru.

Bagi Penrad, pidato Presiden tersebut adalah harapan besar bagi rakyat Indonesia dan harus menjadi komitmen yang diwujudkan bersama.

"Pidato Presiden Prabowo adalah sebuah monumen ingatan bersama yang akan kita realisasikan secara gotong-royong. Kita juga harus mengawasi dan menagih pelaksanaan janji-janji tersebut agar tidak sekadar retorika," ujar Penrad.

Ia menekankan pentingnya kabinet yang efektif untuk mewujudkan program-program Prabowo, bukan sekadar bagi-bagi kekuasaan.

Prabowo, dalam pidatonya, mengungkapkan lima janji ekonomi yang berfokus pada pengurangan kemiskinan, subsidi langsung untuk masyarakat miskin, swasembada pangan dan energi, serta hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

Dengan gaya bahasa penuh semangat, Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama dalam mewujudkan visi pembangunan nasional.

Penrad Siagian mengapresiasi pidato yang menegaskan pentingnya swasembada dan gotong-royong.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa beberapa isu penting seperti keadilan agraria, perlindungan lingkungan, dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) belum tersentuh dalam pidato tersebut.

“Kita tidak boleh melupakan rakyat yang terampas hak ulayatnya dan korban pelanggaran HAM yang masih menantikan keadilan. Semangat patriotisme yang diusung Prabowo harus diterjemahkan dalam kebijakan yang adil dan harmonis,” tambah Penrad.

Penrad menegaskan bahwa realisasi janji-janji Prabowo harus dilakukan secara cermat, terutama terkait dengan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Industri ekstraktif, yang sering diandalkan, perlu dijalankan dengan kehati-hatian agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat setempat.

"Potensi bangsa kita harus dimanfaatkan secara bijak melalui kebijakan dan tata kelola yang tepat. Ini penting agar pembangunan tidak merusak lingkungan dan kesejahteraan rakyat tetap terjamin," ucapnya.

“Kita tidak boleh lupa terhadap jutaan rakyat yang kehilangan hak atas ulayat, tanah yang terampas oleh kebijakan pembangunan bercorak developmentalis, korban pelanggaran HAM yang terus menantikan keadilan dan nyaris patah semangat, serta resiko-resiko besar yang menanti karena industri ekstraktif yang selalu dikedepankan. Kekayaan bangsa kita yang menjadi modal untuk swasembada pangan dan energi, yang telah disinggung dalam pidato Presiden, harus direalisasikan secara arif melalui kebijakan, tata kelola dan tata kelembagaan yang harmonis,” tutup Penrad menambahkan. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.