Penjualan Motor di Indonesia Capai 6,3 Juta Unit pada 2024, Prediksi Turun di 2025 Akibat Opsen Pajak
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 13 Januari 2025 | 23:00 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) melaporkan bahwa penjualan motor sepanjang 2024 mencapai 6,333 juta unit, melampaui target proyeksi 6,2-6,5 juta unit. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan capaian 2023 yang mencatat 6,236 juta unit.
Pada Desember 2024, industri sepeda motor mencatatkan penjualan 403.480 unit, meningkat dari November yang membukukan 512.942 unit. Dari total penjualan, motor skutik mendominasi dengan pangsa 90,39%, diikuti motor bebek (5,40%) dan motor sport (4,21%).
Namun, tantangan besar diperkirakan muncul di tahun 2025 seiring penerapan kebijakan opsen pajak atas PKB dan BBNKB. Kebijakan ini diproyeksikan menaikkan harga sepeda motor baru sebesar Rp800 ribu hingga Rp2 juta, tergantung tipe. Kenaikan harga tersebut setara dengan 5%-7% dari harga on the road, jauh di atas inflasi rata-rata.
Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menyebut bahwa kenaikan harga motor akan berdampak besar pada daya beli konsumen, khususnya untuk motor di segmen entry-level. Penjualan sepeda motor diprediksi menurun hingga 20%, mengingat sepeda motor merupakan alat transportasi yang vital bagi masyarakat dengan daya beli yang cenderung melemah.
"Konsumen motor sangat sensitif terhadap kenaikan harga. Opsen pajak bisa menaikkan harga motor di segmen entry level lebih dari Rp 800 ribu dan di segmen midhigh bisa naik hingga Rp 2 juta. Inilah yang akan menekan permintaan padahal sepeda motor ini alat transportasi produktif yang paling dibutuhkan masyarakat di tengah daya beli yang sedang melemah," ungkap Sigit.
Meskipun 2024 menjadi tahun pencapaian yang memuaskan, pelaku industri dihadapkan pada tantangan berat untuk menjaga stabilitas pasar di tahun 2025. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!