Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Persib Tak Gelar Konvoi Jika Jadi Juara Piala Presiden 2026 5 Aug 2026 PT BDS Pastikan Pembayaran Piutang Vendor Lewat Proses Hukum 5 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Don Ritto di Bandung Terkait Kasus TPPU 5 Aug 2026 Alokasi Anggaran Revitalisasi Sekolah di Sukabumi Rp 154 Miliar 5 Aug 2026 Didorong Masuk PKBM atau PJJ, Wamendikdasmen Ungkap 527 Ribu ATS di Jabar 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Persib Tak Gelar Konvoi Jika Jadi Juara Piala Presiden 2026 5 Aug 2026 PT BDS Pastikan Pembayaran Piutang Vendor Lewat Proses Hukum 5 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Don Ritto di Bandung Terkait Kasus TPPU 5 Aug 2026 Alokasi Anggaran Revitalisasi Sekolah di Sukabumi Rp 154 Miliar 5 Aug 2026 Didorong Masuk PKBM atau PJJ, Wamendikdasmen Ungkap 527 Ribu ATS di Jabar 5 Aug 2026

Penjabat Gubernur Jawa Barat Ungkap Kendala Pembersihan Sungai Citarum

ED
Rabu, 19 Juni 2024 | 16:30 WIB
Bagikan
Penjabat Gubernur Jawa Barat Ungkap Kendala Pembersihan Sungai Citarum

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi dalam upaya pembersihan Sungai Citarum, khususnya di kawasan Jembatan Sapan, Kabupaten Bandung Barat. Kendala ini menjadi sorotan utama dalam proses rehabilitasi salah satu sungai terpenting di Jawa Barat tersebut.

Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah sampah yang menumpuk di dasar sungai. Menurut Bey Machmudin, kondisi ini membuat proses pembersihan menjadi lebih kompleks dan memakan waktu yang lebih lama dari yang diperkirakan.

“Memerlukan total 1,5 bulan untuk proses pembersihan,” ungkap Bey Machmudin saat berbicara di Kota Bandung pada hari Rabu (19/6/2024). “Tapi untuk jembatan itu sendiri dalam tiga hari sudah bersih. Jadi memang di bawah jembatan bersih, tapi kemudian yang di bawah (sedimen) pada naik ke atas,” lanjutnya.

Kendala lain yang dihadapi adalah perubahan arus sungai yang disebabkan oleh penumpukan sampah tersebut. Hal ini tidak hanya mempengaruhi kecepatan aliran air tetapi juga menyulitkan proses pengangkutan sampah keluar dari sungai.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan dana khusus untuk menangani masalah ini dan telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas lokal dan organisasi non-pemerintah, untuk mempercepat proses pembersihan.

Upaya ini merupakan bagian dari program jangka panjang pemerintah provinsi untuk merehabilitasi Sungai Citarum dan mengembalikan fungsi ekologis serta sosial sungainya. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitarnya.

Diharapkan dengan penyelesaian masalah sampah dan sedimen ini, Sungai Citarum dapat kembali menjadi sumber air bersih bagi masyarakat Jawa Barat dan mendukung keberlanjutan ekosistem setempat.

@rizalkoswara

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.