Penghargaaan Raksa Prasada, Bentuk Komitmen Bupati Bandung Menjaga Lingkungan

ED
Jumat, 8 Desember 2023 | 04:38 WIB
Bagikan
Penghargaaan Raksa Prasada, Bentuk Komitmen Bupati Bandung Menjaga Lingkungan

Ia mengatakan, ukuran keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup, salah satunya diberikan kewajiban bagi kepala daerah untuk menyusun dokumen informasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup.

Menurutnya, di dalam penyusunan dokumen informasi kinerja lingkungan hidup itu, tercantum beberapa faktor. Misalnya, mulai dari kebijakan daerah berkaitan dengan visi misi dan di misi ketiga Kabupaten Bandung terkait bidang lingkungan hidup.

"Kemudian kita punya beberapa program unggulan, seperti Kampung Bedas, Kader Bandung Bedas Bersih Sampah (KBBBS), Bank Sampah Tematik," jelasnya. Kemudian dari indikator kualitas lingkungan hidup, disebutkan Asep, pihaknya melakukan penilaian pada tiga indikator, yaitu indikator kualitas air, indikator kualitas udara, kemudian indeks tutupan lahan.

"Termasuk capaian kinerja pengelolaan, tiap tahun naik terus nilai kualitas lingkungan hidup. Memang tidak semua daerah mampu menyusun dokumen informasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup daerah karena rangkaian yang diisinya banyak instrumennya. Mulai dari visi misi, kebijakan daerah, kemudian program inovasi. Penilaian indeks kualitas lingkungan hidup dan hal lainnya yang dituangkan dalam dokumen tersebut," jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut Asep, dalam penyusunan dokumen itu turut dituangkan political budgeting atau penganggaran secara umum. Mulai penyusunan anggaran di DLH, kemudian Disperkintan (Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan) Kabupaten Bandung berkaitan dengan prasarana sarana MCK (mandi, cuci dan kakus). Kemudian di DPUTR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) Kabupaten Bandung berkaitan dengan pengadaan anggaran untuk drainase dan air bersih.

"Jadi intinya Raksa Prasada itu penilaian terhadap kepala daerah yang memiliki komitmen untuk menjaga lingkungan. Menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup dari mulai aspek kebijakan, penganggaran, kemudian penilaian nilai kualitas lingkungan, inovasi dan lainnya," katanya.

Ia menyebutkan dalam penyusunan dokumen itu, di antaranya ada program kolaborasi atau inovasi yang melibatkan masyarakat Kabupaten Bandung. Mulai dari program Kader BBBS, Kampung Bedas, Gep4k Sayang (Gerakan Peduli Penanaman dan Pemeliharaan Pohon Kesayangan), Bedas Ngaleuweung, Bank Sampah Tematik, RDF (Refused Derived Fuel), Peraturan Daerah Nomor 1 tentang Pengelolaan Sampah.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.