Pengamanan Persipura vs Adhyaksa Diperketat di Papua
Ilustrasi./visi.news/ai.
VISI.NEWS | BANDUNG - Polda Papua menyiapkan pengamanan besar jelang pertandingan play off Championship 2025 2026 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura. Sebanyak 700 personel gabungan TNI dan Polri akan diterjunkan untuk mengamankan laga yang diperkirakan menyedot perhatian besar masyarakat Papua tersebut.
Kapolda Papua, Irjen Pol Patrige Renwarin, mengatakan pengamanan diperkuat setelah dilakukan evaluasi terhadap pertandingan sebelumnya yang memicu kepadatan arus kendaraan dan tingginya antusiasme penonton.
“Kami sudah melaksanakan rapat selama tiga hari untuk menyusun bagaimana rancangan pengamanan saat pertandingan berlangsung dan sebanyak 700 personil gabungan akan melakukan pengamanan,” kata Patrige dalam keterangannya dikutip, Jumat (8/5/2026).
Jumlah personel yang diterjunkan meningkat cukup signifikan dibanding pengamanan laga sebelumnya yang hanya sekitar 400 anggota. Dalam pertandingan melawan Adhyaksa FC, pengamanan melibatkan unsur TNI, Brimob, serta anggota Polres Jayapura.
Peningkatan pengamanan ini memperlihatkan tingginya tensi pertandingan yang menjadi penentu langkah Persipura menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Laga tersebut bukan hanya memiliki nilai olahraga, tetapi juga membawa dimensi emosional bagi masyarakat Papua yang berharap Persipura kembali tampil di level elite nasional.
Selain pengamanan di area stadion, aparat juga menaruh perhatian pada pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan Stadion Lukas Enembe. Pada pertandingan sebelumnya melawan Persiku Kudus, kemacetan panjang sempat terjadi akibat membludaknya kendaraan penonton menuju lokasi pertandingan.
Karena itu, Polda Papua akan melakukan simulasi arus lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga akses keluar masuk stadion tetap terkendali. Langkah tersebut dinilai penting mengingat Stadion Lukas Enembe sering menjadi pusat konsentrasi massa dalam jumlah besar ketika Persipura menjalani laga penting.
Secara sosial, pertandingan Persipura juga memiliki dampak besar terhadap suasana masyarakat Papua. Klub berjuluk Mutiara Hitam itu selama bertahun tahun menjadi simbol kebanggaan daerah dan identitas sepak bola Papua di level nasional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!