Peneliti Prancis Ditolak di Perbatasan AS, Pemicu Diduga Pernyataan Politik
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 22 Maret 2025 | 22:10 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Seorang ilmuwan asal Prancis ditolak masuk ke Amerika Serikat saat hendak menghadiri konferensi ilmiah di dekat Houston. Kejadian ini menimbulkan dugaan bahwa penolakan tersebut terkait dengan pandangan pribadinya terhadap kebijakan penelitian pemerintahan Trump, demikian pernyataan dari Kementerian Pendidikan Prancis.
Menteri Pendidikan Tinggi dan Penelitian Prancis, Philippe Baptiste, menyatakan keprihatinannya atas insiden ini.
"Saya mengetahui dengan prihatin bahwa seorang peneliti Prancis yang ditugaskan untuk Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis (CNRS) yang sedang melakukan perjalanan ke sebuah konferensi di dekat Houston ditolak masuk ke Amerika Serikat sebelum diusir," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip AFP.
Laporan AFP dan Le Monde yang mengkonfirmasi kejadian ini tidak menyebutkan detail lebih lanjut mengenai alasan spesifik penolakan masuknya ilmuwan tersebut. Namun, dugaan kuat mengarah pada pernyataan pribadi ilmuwan itu tentang kebijakan penelitian pemerintahan Trump.
Menanggapi isu ini, juru bicara Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS menyatakan bahwa pihaknya tidak dapat membahas kasus individu karena adanya pembatasan privasi.
"Jika seseorang menemukan materi di media elektroniknya yang menimbulkan tanda bahaya selama pemeriksaan, hal itu dapat mengakibatkan analisis lebih lanjut. Klaim bahwa keputusan tersebut bermotif politik sama sekali tidak berdasar," ujar juru bicara Hilton Beckham.
Sejak kembali menjabat sebagai Presiden AS pada Januari 2025, Donald Trump telah mengambil berbagai langkah untuk memangkas atau membekukan pendanaan bagi universitas, pusat medis, dan lembaga penelitian.
Selain itu, kebijakan imigrasi AS di bawah Trump semakin diperketat melalui berbagai perintah eksekutif. Langkah ini mencakup prosedur pemeriksaan visa yang lebih ketat, serta tindakan keras terhadap imigran tanpa dokumen.
Situasi ini juga berdampak pada negara lain. Pemerintah Jerman dan Inggris telah memperbarui imbauan perjalanan mereka ke AS, memperingatkan warganya bahwa meskipun memiliki visa atau izin masuk, mereka tetap bisa ditolak masuk, ditahan, atau bahkan dideportasi jika melanggar aturan perbatasan AS. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!