Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Peneliti Prancis Ditolak di Perbatasan AS, Pemicu Diduga Pernyataan Politik

Desi Rossilawati
Sabtu, 22 Maret 2025 | 22:10 WIB
Bagikan
Peneliti Prancis Ditolak di Perbatasan AS, Pemicu Diduga Pernyataan Politik
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Seorang ilmuwan asal Prancis ditolak masuk ke Amerika Serikat saat hendak menghadiri konferensi ilmiah di dekat Houston. Kejadian ini menimbulkan dugaan bahwa penolakan tersebut terkait dengan pandangan pribadinya terhadap kebijakan penelitian pemerintahan Trump, demikian pernyataan dari Kementerian Pendidikan Prancis. Menteri Pendidikan Tinggi dan Penelitian Prancis, Philippe Baptiste, menyatakan keprihatinannya atas insiden ini. "Saya mengetahui dengan prihatin bahwa seorang peneliti Prancis yang ditugaskan untuk Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis (CNRS) yang sedang melakukan perjalanan ke sebuah konferensi di dekat Houston ditolak masuk ke Amerika Serikat sebelum diusir," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip AFP. Laporan AFP dan Le Monde yang mengkonfirmasi kejadian ini tidak menyebutkan detail lebih lanjut mengenai alasan spesifik penolakan masuknya ilmuwan tersebut. Namun, dugaan kuat mengarah pada pernyataan pribadi ilmuwan itu tentang kebijakan penelitian pemerintahan Trump. Menanggapi isu ini, juru bicara Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS menyatakan bahwa pihaknya tidak dapat membahas kasus individu karena adanya pembatasan privasi. "Jika seseorang menemukan materi di media elektroniknya yang menimbulkan tanda bahaya selama pemeriksaan, hal itu dapat mengakibatkan analisis lebih lanjut. Klaim bahwa keputusan tersebut bermotif politik sama sekali tidak berdasar," ujar juru bicara Hilton Beckham. Sejak kembali menjabat sebagai Presiden AS pada Januari 2025, Donald Trump telah mengambil berbagai langkah untuk memangkas atau membekukan pendanaan bagi universitas, pusat medis, dan lembaga penelitian. Selain itu, kebijakan imigrasi AS di bawah Trump semakin diperketat melalui berbagai perintah eksekutif. Langkah ini mencakup prosedur pemeriksaan visa yang lebih ketat, serta tindakan keras terhadap imigran tanpa dokumen. Situasi ini juga berdampak pada negara lain. Pemerintah Jerman dan Inggris telah memperbarui imbauan perjalanan mereka ke AS, memperingatkan warganya bahwa meskipun memiliki visa atau izin masuk, mereka tetap bisa ditolak masuk, ditahan, atau bahkan dideportasi jika melanggar aturan perbatasan AS. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.