Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Pendidikan & Realitas Sosial

ED
Rabu, 31 Mei 2023 | 07:25 WIB
Bagikan
Pendidikan & Realitas Sosial

Jika kita melihat satu ketimpangan sosial yang ada pada kenyataan, pendidikan bukan lagi diartikan sebagai proses penempaan diri agar lebih bebas dalam memerdekakan diri sebagai manusia yang mendongkrak akal pikiran lebih bijaksana dan memantik nalar kritis yang sehat, tetapi lebih jauh pendidikan telah mendikotomi satu pemikiran yang absurd di tengah-tengah realitas yang ada, mereka menganggap pendidikan adalah jalan untuk meraih sesuatu yang mereka tuju hanya berdasarkan reputasi, jabatan, uang dan kekuasaan alih-alih pendidikan yang membebaskan manusia, justru pendidikan sudah menjadi ladang dalam memuaskan nafsu-nafsu yang menguntungkan diri sendiri. Maka jangan salah jika dikalangan masyarakat bawah (grass root) menganggap bahwa pendidikan adalah jalan untuk melahirkan keserakahan yang ditanam. Meskipun pemahaman yang ada di akar rumput itu keliru, sebenarnya hal ini tidak tiba-tiba hadir, semuanya ada sebab diantaranya adalah kesenjangan sosial yang timbul di masyarakat.

Pernah kita melihat masyarakat bawah sebenarnya tidak menginginkan anaknya untuk berhenti di pendidikan yang levelnya tinggi, tetapi mungkin saja mereka sudah terdistraksi oleh pemahaman yang keliru tentang pendidikan. Masyarakat sudah ditawarkan ketakutan tentang biaya, dan sistem-sistem yang ada di dalamnya dari mulai kebutuhan sekolah dan lain-lain, sehingga mereka enggan mencapai level yang lebih tinggi lagi.

Kendati demikian, itulah realita. Sebagai orang yang terdidik itu semua adalah tugas kita yang masih bisa berfikir lebih rasional dan menerima kenyataan realita diiringi dengan pemahaman yang benar, betapa pendidikan itu penting jika dilihat dari makna yang begitu dalam tentang nilai-nilai yang ada, bukan hanya tentang batu loncatan untuk memenuhi kehidupan, tetapi pendidikan adalah memanusiakan manusia seutuhnya yang berjalan ditengah keseimbangan antara nurani, pikiran dan tindakan. Wallahu'alam. ***

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.