Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Pendakian Gunung Merapi Kembali Ditemukan Meski Resmi Ditutup

Desi Rossilawati
Kamis, 14 November 2024 | 09:00 WIB
Bagikan
Pendakian Gunung Merapi Kembali Ditemukan Meski Resmi Ditutup

VISI.NEWS | JAWA TENGAH - Sebuah unggahan di media sosial X memperlihatkan sekelompok orang yang nekat mendaki Gunung Merapi, meskipun pendakian di gunung tersebut resmi ditutup sejak 11 Mei 2018. Aktivitas pendakian yang terus berlangsung ini menimbulkan kekhawatiran mengingat status Gunung Merapi saat ini ditetapkan pada level Siaga.

Kepala Badan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Muhammad Wahyudi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai keberadaan pendaki yang melanggar aturan. "Dengan info tersebut, kami sudah langsung bertindak," ungkap Wahyudi saat dihubungi melalui chat WhatsApp pada Rabu (13/11/2024).

Wahyudi menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah proaktif dengan melakukan koordinasi bersama masyarakat setempat dan kelompok-kelompok yang berada di jalur-jalur pendakian. "Sosialisasi mengenai penutupan jalur pendakian telah dilakukan secara rutin," katanya. Masyarakat di sekitar area Gunung Merapi angkat bicara, mereka aktif mengingatkan pendaki untuk tidak melanjutkan perjalanan ke gunung yang berstatus Siaga ini.

Meskipun demikian, masih banyak pendaki dari luar yang tidak mendengarkan peringatan tersebut. "Masyarakat sekitarnya sudah paham dan sering membantu kami jika ada pihak luar yang mau mendaki untuk menahan tidak naik," tambah Wahyudi. Ini menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan para pendaki potensial.

Saat ini, Gunung Merapi masih mengeluarkan awan panas guguran dan lava, dengan radius aman ditetapkan 3 km dari puncak, khususnya di sisi utara dan timur. Jalur pendakian menuju Pasar Bubrah, yang kurang dari 1 km dari puncak, tetap ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pengawasan dan tindakan tegas dari pihak berwenang menjadi sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan memastikan keselamatan semua pihak di area yang berpotensi berbahaya ini. @berlin

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.