Pencarian Korban Longsor Gunung Kuda Dihentikan, 4 Orang Masih Tertimbun
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 5 Juni 2025 | 15:30 WIB
VISI.NEWS | CIREBON - Setelah tujuh hari upaya pencarian intensif, tim evakuasi gabungan resmi menghentikan operasi pencarian empat korban yang masih tertimbun longsor di area tambang Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon. Keputusan ini diumumkan Kamis (5/6/2025) pukul 15.00 WIB, menyusul rapat koordinasi antar instansi yang menyoroti kondisi tebing yang semakin membahayakan keselamatan tim.
Bupati Cirebon, Imron, mengatakan penghentian pencarian merupakan keputusan sulit yang diambil demi mencegah jatuhnya korban tambahan.
"Baru saja kami menggelar rapat koordinasi dan memutuskan penghentian proses pencarian. Faktor utamanya adalah kondisi tebing yang terus mengalami pergeseran, dan kami tidak ingin ada korban lagi dari tim penyelamat," ujarnya dalam konferensi pers.
Pergerakan tanah di lokasi bencana tercatat mencapai sembilan meter sejak peristiwa terjadi pada Jumat (30/5/2025). Pada hari terakhir, tim bahkan mencatat tambahan pergeseran dua meter, membuat penggunaan alat berat semakin berbahaya.
Langkah ini diambil sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, yang menetapkan durasi pencarian maksimal selama tujuh hari, kecuali ada temuan signifikan.
Pihak keluarga korban telah diberi penjelasan langsung dan menyatakan menerima keputusan tersebut.
"Alhamdulillah, keluarga korban bisa memahami dan menerima keputusan ini. Mereka telah mengikhlaskan keempat korban yang masih tertimbun," kata Imron.
Sementara itu, Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf M Yusron, menjelaskan bahwa tim sempat menggunakan anjing pelacak K-9 yang menunjukkan reaksi di sekitar batu besar. Namun, setelah digali, tidak ditemukan jenazah. Korban diperkirakan tertimbun di kedalaman 20–30 meter.
"Secara teori, dengan ketinggian 219 meter, zona aman minimal adalah 350 meter dari titik longsor. Tapi dalam praktiknya, sejak hari pertama tim berada jauh di bawah batas aman demi mencari korban," tegasnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!