Pencarian Korban Longsor Bantargebang Berakhir, 7 Orang Meninggal
VISI.NEWS | JAKARTA - Upaya pencarian korban dalam peristiwa longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, akhirnya dinyatakan selesai pada Senin (9/3/2026) malam. Tim SAR gabungan memastikan seluruh korban telah ditemukan setelah proses pencarian yang berlangsung sejak insiden terjadi sehari sebelumnya.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB itu menimbun sejumlah warung dan kendaraan truk pengangkut sampah yang sedang beraktivitas di area tersebut. Dari total 13 orang yang tercatat berada di lokasi saat kejadian, enam orang berhasil selamat sementara tujuh lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto menjelaskan bahwa korban terakhir ditemukan oleh tim SAR pada Senin malam sekitar pukul 23.26 WIB. Penemuan tersebut sekaligus menandai berakhirnya proses pencarian di lokasi longsoran.
“Tim SAR Batalyon D Pelopor bersama tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah korban di area longsoran sekitar pukul 23.26 WIB. Jenazah tersebut langsung dievakuasi dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut,” kata Henik kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).
Menurut Henik, berdasarkan pendataan sementara di lokasi kejadian, terdapat 13 orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, enam orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara tujuh lainnya tidak tertolong setelah tertimbun material longsoran sampah.
“Berdasarkan pendataan sementara di lokasi kejadian, total terdapat 13 orang yang menjadi korban dalam peristiwa longsor sampah tersebut. Dari jumlah tersebut, enam orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara tujuh orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.
Korban meninggal dunia masing-masing diketahui berinisial EW (25) yang merupakan pemilik warung di sekitar lokasi, S (60) yang juga pemilik warung, DS seorang sopir truk asal Karawang, IS yang bekerja sebagai sopir truk, JS (38), serta dua korban lainnya berinisial H dan R.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!