Penataan Terminal Cicaheum Dimulai, Farhan Rangkul Pedagang dan Sopir Angkot
Terminal Cicaheum menjadi salah satu titik penting dalam rencana pengembangan sistem Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya yang saat ini tengah disiapkan pemerintah bersama sejumlah daerah di kawasan metropolitan Bandung. /visi.news/ist
Farhan menyadari bahwa proses penataan kawasan berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi para pedagang. Oleh karena itu, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak sosial dan ekonomi yang mungkin muncul.
Salah satu langkah yang sedang disiapkan adalah skema kompensasi bagi pihak-pihak yang terdampak selama proses penataan berlangsung.
Meski demikian, Farhan menjelaskan bahwa rincian mengenai nilai kompensasi maupun mekanisme pelaksanaannya masih dalam tahap pembahasan oleh Dinas Perhubungan dan instansi terkait.
“Ada skema kompensasi yang sedang disiapkan. Untuk detail nilai dan mekanismenya tentu akan dijelaskan oleh dinas terkait yang menangani langsung,” ujarnya.
Dalam proses implementasinya, Pemerintah Kota Bandung juga tidak bekerja sendiri. Farhan menyebut komunikasi intensif terus dilakukan dengan pemerintah daerah lain di kawasan Bandung Raya mengingat pengembangan BRT akan melibatkan sejumlah wilayah administratif yang saling terhubung.
Koordinasi tersebut mencakup penyusunan jalur layanan, integrasi moda transportasi, pengelolaan terminal, hingga sinkronisasi kebijakan transportasi antardaerah.
“Saya sebagai kepala daerah terus melakukan komunikasi dengan seluruh kepala daerah yang terlibat. Dinas Perhubungan juga melakukan komunikasi yang sangat erat dengan kelompok-kelompok terdampak, terutama para operator kendaraan umum,” tuturnya.
Pemerintah menilai pengembangan sistem transportasi publik terintegrasi merupakan kebutuhan mendesak mengingat pertumbuhan jumlah kendaraan dan mobilitas masyarakat yang terus meningkat setiap tahun.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!