Pemusnahan Amunisi Berujung Maut di Garut, TNI AD Ungkap Kronologi
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 12 Mei 2025 | 17:17 WIB
VISI.NEWS | GARUT - Ledakan hebat mengguncang Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin pagi, saat jajaran TNI Angkatan Darat tengah memusnahkan amunisi tak layak pakai. Tragedi ini menewaskan 13 orang, terdiri dari empat anggota TNI dan sembilan warga sipil.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana, menjelaskan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di lahan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang memang kerap digunakan untuk kegiatan pemusnahan amunisi.
"Pada awal kegiatan secara prosedur telah dilaksanakan pengecekan terhadap personil maupun yang berkaitan dengan lokasi peledakan dan semuanya dinyatakan dalam keadaan aman," ujarnya kepada media.
Proses awal berlangsung lancar. Dua lubang yang digunakan untuk peledakan berhasil menghancurkan amunisi kedaluwarsa tanpa insiden. Namun saat tim hendak menghancurkan sisa detonator di lubang ketiga, ledakan tiba-tiba terjadi.
"Termasuk sisa detonator yang ada berkaitan dengan munisi apkir tersebut. Saat tim penyusun munisi menyusun detonator di dalam lubang tersebut secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia," ujar Wahyu.
Lokasi ledakan sebenarnya cukup jauh dari pemukiman warga. Namun, keberadaan warga sipil di sekitar area tetap menjadi perhatian serius. Pihak TNI menduga sebagian warga mendekat demi mengumpulkan sisa logam atau besi dari hasil peledakan sebelumnya.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, memastikan bahwa area saat ini telah disterilkan dan penyelidikan menyeluruh tengah dilakukan untuk mencari penyebab pasti ledakan. TNI juga akan mengevaluasi prosedur keamanan dalam kegiatan serupa ke depan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!