Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Pemprov Jabar Gandeng Petani dan Sekolah dalam Program MBG

Desi Rossilawati
Kamis, 18 Desember 2025 | 09:30 WIB
Bagikan
Pemprov Jabar Gandeng Petani dan Sekolah dalam Program MBG

VISI.NEWS | BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya menjadikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai penggerak ekonomi rakyat sekaligus instrumen peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Sate, Rabu (17/12/2025).

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dalam Rakor tersebut. Rakor tersebut dihadiri para pimpinan/kepala daerah di 27 Kabupaten/kota di Jawa Barat bersama para penanggungjawab pelaksanaan MBG.

Dedi Mulyadi mengatakan program MBG harus dapat menciptakan peningkatan daya saing, peningkatan kualitas kesehatan warga dan membangun rasa keadilan.

Menurut Dedi, ada tiga hal yang menjadi titik pokok dalam Rakor. Yakni, dana beredar untuk kebutuhan program MBG cukup besar (Rp54 trilyun).

Ia berharap, pihak perbankan ikut membantu kebutuhan pendanaan program MBG melalui pinjaman berbunga ringan.

Program MBG harus menjadi siklus ekonomi masyarakat yang saling menguntungkan. Para petani kecil di perdesaan dilibatkan untuk memasok kebutuhan. Seperti beras hingga sayuran. Kemudian peternak memasok kebutuhan telur, daging dan ikan.

“MBG menjadi pasar bagi petani. Petani dapat menjual langsung kepada penyedia jasa MBG. Hal ini akan melahirkan harga yang relatif kompetitif yang menguntungkan kedua belah pihak,” katanya.

Terakhir dapat melibatkan pihak sekolah dalam menyediakan kebutuhan bahan baku bagi mitra penyedia jasa MBG.

Anak sekolah didorong untuk pemelihara ayam, menanam sayuran, menanam pohon pisang, menanam padi sebagai bagian dari pembelajaran sekolah.

“Jika itu berjalan, maka uang yang beredar dalam program MBG itu akan beredar dari tangan ke tangan, dari saku ke saku masyarakat. Sehingga akan melahirkan daya dukung dan daya dorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat,” ujarnya.

Menko Pangan, Zulkifli Hasan, menambahkan semua pihak dapat terlibat dalam pelaksanaan program MBG setelah pemerintah mulai mengimplementasikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.

“Keberhasilan program hanya dapat dicapai bila pusat dan daerah memahami perannya masing-masing secara jelas. Tentu pelaku utama BGN, tapi kita semua terlibat untuk mendukung agar ini sukses,” katanya.

Zulkifli menjelaskan Perpres tersebut mempertegas berbagai aspek tata kelola. Termasuk kewajiban penggunaan bahan baku dari koperasi sebagai bagian dari integrasi rantai pasok.

Pemerintah juga menyiapkan 13 regulasi turunan yang mencakup percepatan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), pemenuhan tenaga ahli gizi hingga pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T.

“Pak Gubernur dan Kepala BGN juga mengatakan, kalau ini pekerjaan kita bersama. Maka ini akan menimbulkan gerakan ekonomi rakyat. Masyarakat tanam sayur, buah, pelihara ayam dan bisa pasok ke MBG,” jelasnya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.