Pemprov Jabar Dukung Pengelolaan Masjid Raya Al Jabbar oleh BLUD
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 6 Februari 2025 | 17:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menyatakan dukungannya atas usulan pengelolaan Masjid Raya Al Jabbar di Kota Bandung oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Langkah tersebut dinilai dapat memastikan operasional masjid yang membutuhkan biaya perawatan besar, yaitu sekitar Rp 42 miliar per tahun.
"Kalau Al Jabbar menjadi BLUD ya kami sangat mendukung," ujar Bey, Kamis (6/2/2025).
Namun, Bey menegaskan bahwa ide ini harus melalui kajian mendalam terkait dampaknya terhadap masyarakat, termasuk kemungkinan adanya tarif masuk.
"Tapi kan kalau BLUD harus dilakukan kajian dulu bagaimana dampak ke masyarakat. Kalau BLUD itu kan dapat menerima pemasukan, dampaknya bagaimana ke masyarakat apakah mau menerimanya," katanya.
"Atau kawasan sekitar dikembangkan lagi jadi kawasan religi, kami sangat mendorong kalau ada ide seperti itu tapi harus melakukan kajian mendalam, jangan asal jadi BLUD," sambungnya.
Bey juga khawatir standar pelayanan masjid bisa menurun jika BLUD tidak mampu mandiri secara finansial.
"Satu tahun Rp 42 miliar (biaya pemeliharaan per tahun) ya memang cukup besar, tapi kalau dialihkan BLUD mampu tidak berdiri sendiri makanya harus ada kajian mendalam. Kami pemerintah provinsi sangat mendukung jika ada beban anggaran kemudian berkurang. Tapi jangan menjadi lebih rendah standar pelayanannya," ucapnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono mengkritik pengelolaan Masjid Raya Al Jabbar di era Gubernur Ridwan Kamil. Menurut Ono, Ridwan Kamil hanya fokus membangun bangunan ikonik tanpa memikirkan sistem pemeliharaan yang matang.
"Ke depan menurut saya, Al Jabbar di BLU saja. Biar mereka secara mandiri mengelola Al Jabbar sebagai tempat ibadah, sebagai wisata religi dan bisa membangkitkan UMKM di wilayah sekitarnya. Jangan lagi membebankan APBD," kata Ono.
"Catatan saya bahwa pemerintahan Ridwan Kamil itu hanya mampu membangun bangunan yang ikonik, yang megah, yang wah tapi belum sampai pada wilayah bagaimana pemeliharaan, bagaimana pengelolaan," terangnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!