Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Pemkot Surabaya Terapkan Kebijakan Jam Sekolah Pagi dan Penghapusan PR Sejak 2022

Desi Rossilawati
Sabtu, 14 Juni 2025 | 20:30 WIB
Bagikan
Pemkot Surabaya Terapkan Kebijakan Jam Sekolah Pagi dan Penghapusan PR Sejak 2022

VISI.NEWS | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengungkapkan telah menerapkan kebijakan jam masuk sekolah pagi dan penghapusan pekerjaan rumah (PR) sejak 2022. Kebijakan ini berlaku di seluruh sekolah SD-SMP sederajat di Surabaya melalui program Sekolah Arek Suroboyo (SAS).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, SAS yang digerakkan oleh Pemkot melalui Dinas Pendidikan (Dispendik Surabaya) ini bertujuan menumbuhkan kedisiplinan, membentuk karakter, dan menyalurkan bakat serta minat siswa. Selain itu, program ini juga menjadi langkah preventif untuk mengurangi kenakalan remaja.

"Kita itu sejak Januari 2022 mengadakan SAS. Di dalam SAS itu ada yang namanya sekolah kebangsaan dan bakat minat, kalau hari ini masih ada geng motor dan (kenakalan remaja) macam-macam, itu karena tidak ada pembentukan karakter sejak awal," jelas Eri dalam keterangannya, Sabtu (14/6/2025).

Dalam kebijakan ini, jam belajar dimajukan menjadi pukul 06.30 hingga 12.00 WIB. PR pun ditiadakan dan digantikan oleh kelas pendidikan karakter serta pengembangan bakat. Eri menjelaskan dengan adanya program ini, siswa bisa memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga dan bersosialisasi.

"Jadi siswa bisa sekaligus menyelesaikan tugas-tugasnya di sekolah, sehingga setelah kembali pulang ke rumah dia tidak ada lagi PR yang dibebankan. Karena apa? Saya ingin Arek-arek Surabaya banyak berinteraksi dengan keluarga, banyak berinteraksi dengan masyarakat, sehingga itu akan membentuk karakter anak. Karena karakter-karakter ini tidak hanya diajarkan di sekolah tapi juga ada di setiap rumah dan setiap perkampungan, dan semua itu kita terapkan di 2022," ungkap Eri.

Sebelumnya, Eri juga meninjau langsung implementasi program ini di SDN Kaliasin I dan SMPN 6 Surabaya. Di SDN Kaliasin I, siswa mengikuti kegiatan menggambar, musik, karate, hingga sepak bola. Sementara di SMPN 6, terdapat kegiatan karawitan, bola basket, paskibraka, paduan suara, hingga kelas bahasa asing. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruh menyebutkan, jam belajar kini dibatasi hingga pukul 14.00 WIB dengan tambahan kelas pengayaan. "Jam belajar selesai pukul 12.00 WIB dan pendalaman sampai pukul 14.00 WIB. Artinya dua jam sudah efektif, anak-anak bisa mengikuti pola pembelajaran melalui pengembangan bakat masing-masing. Ada lukis, menari, mengaji, dan lainnya," kata Yusuf. Ia juga menegaskan bahwa penyelesaian PR dilakukan di sekolah melalui kelas pengayaan, sehingga anak pulang tanpa beban. "Agar fresh, pulang anak-anak sudah tidak ada beban mengerjakan PR. Maka, pengayaan pembelajaran antar teman bisa membantu menyelesaikan PR dan pulang sudah tidak memikirkan PR," ujarnya. Ia menambahkan, pendekatan ini mendorong siswa lebih aktif dan percaya diri melalui proyek berbasis minat. "Anak dilatih aktif untuk membuat proyek. Maka saya siapkan menu ekstrakurikuler yang cocok dengan sekolah dan kondisi anak-anak agar menyenangkan. Bahkan, respons dari teman-teman sekolah sangat setuju karena fokus pada pembentukan karakter siswa," katanya. Salah satu siswa kelas 8 SMPN 6 Surabaya, Yusuf Bagus Kristianto, mengapresiasi program SAS. Menurutnya, kebijakan tanpa PR membuat siswa lebih leluasa menyalurkan bakat dan meningkatkan kreativitas siswa. "Saya berterima kasih kepada Pemkot Surabaya karena telah menyiapkan program ini. Bahkan, sejak tahun 2022 sudah tidak ada PR lagi dan sekolah mengganti dengan latihan soal yang dikumpulkan di waktu tertentu. Jadi setelah kegiatan di kelas, kita mengikuti SAS pada pukul 13.00 WIB sampai pukul 14.30 WIB," pungkasnya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.