Pemkot Bandung Luncurkan Program “Kota Cerita”, Dorong Arsip Jadi Identitas dan Inspirasi

Desi Rossilawati
Minggu, 29 Juni 2025 | 09:00 WIB
Bagikan
Pemkot Bandung Luncurkan Program “Kota Cerita”, Dorong Arsip Jadi Identitas dan Inspirasi
VISI.NEWS | BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa Kota Bandung memiliki kekayaan cerita yang bisa menjadi identitas, inspirasi, dan penggerak ekonomi kreatif. Hal ini ia sampaikan saat membuka 'Cerita Fest: Bandung Kota Cerita' di Micro Library Alun-alun Bandung, Sabtu (28/6/2025). Farhan mengatakan, banyak kisah kecil di Bandung yang jika didokumentasikan dengan baik akan menjadi warisan budaya yang bernilai tinggi. Ia pun mendorong perpustakaan dan arsip menjadi ruang publik yang interaktif dan hidup, bukan sekadar tempat sunyi untuk membaca. "Perpustakaan harus menjadi tempat bertemu, berdiskusi, dan berbagi cerita. Ini bukan akhir dari era membaca, tapi awal dari era berbagi pengalaman dan memori," ujarnya. Ia menekankan pentingnya pengumpulan arsip pribadi dan komunitas, termasuk buku tahunan SMA, yang menurutnya bisa menjadi identitas kolektif masyarakat. Farhan juga mencontohkan bagaimana arsip digital dapat melindungi hak cipta seniman, termasuk dalam konteks royalti karya musik. “Cerita itu bisa jadi fakta, lalu jadi data, dan pada akhirnya bisa bernilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Maka semua harus terdokumentasi dan didigitalisasi,” jelasnya. Kegiatan Cerita Fest ini meluncurkan program 'Bandung Kota Cerita' yang mengajak warga berpartisipasi mengumpulkan, mendokumentasikan, dan mendigitalisasi kisah-kisah kota. Acara mencakup diskusi panel, mini workshop, walking tour sejarah, showcase duta cerita, hingga peluncuran program 'Child Dreams' dan 'Jalan Cerita Soekarno'. Kepala Disarpus Kota Bandung, Dewi ‘Kenny’ Kaniasari, menyatakan bahwa program ini akan memperkuat literasi dan pariwisata edukatif. Pihaknya menggandeng komunitas dan mitra internasional, termasuk Temasek Foundation dan Human Library, untuk mengenalkan cerita Bandung ke dunia. "Kami ingin membuat perpustakaan menjadi tempat yang hidup dan relevan. Semua orang bisa menjadi bagian dari cerita Kota Bandung," tambahnya. Bahkan, lanjut Kenny, kini produk UMKM juga dilengkapi barcode agar pembeli bisa mengakses kisah di balik produk tersebut. Ia menegaskan, perpustakaan akan dibuat menjadi tempat yang hidup, relevan, dan melibatkan semua orang dalam ekosistem budaya kota. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.