Pemkot Bandung dan Centratama Hadirkan Perpustakaan Digital di SMPN 35
Raymon menuturkan bahwa pemilihan SMPN 35 dilakukan melalui hasil evaluasi bersama dengan lembaga kemanusiaan Human Initiative agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. “Kami bekerja sama dengan Human Initiative dalam mengidentifikasi dan menentukan sekolah prioritas. Bukan berarti sekolah lain tidak penting, ini bagian dari rencana kerja berkelanjutan kami,” jelasnya.
Ia menambahkan, fungsi utama perpustakaan digital ini adalah membuka akses literasi tanpa hambatan bagi para pelajar. “Kami ingin anak-anak memanfaatkan waktunya secara produktif. Dengan membaca, wawasan mereka akan semakin luas. Siapa yang mau berinvestasi waktu lebih banyak untuk belajar, kami yakin akan berkembang lebih baik,” ujarnya.
Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Dengan dukungan perangkat digital dan jaringan internet cepat, para siswa kini memiliki kesempatan lebih luas untuk mengakses pengetahuan dari berbagai sumber.
Kehadiran Perpustakaan Digital di SMPN 35 Bandung menjadi langkah nyata dalam memperkuat literasi dan pembelajaran berbasis teknologi. Melalui kolaborasi lintas sektor antara Pemkot Bandung, dunia usaha, dan lembaga kemanusiaan, kota ini semakin dekat dengan visinya: menghadirkan akses literasi tanpa batas bagi seluruh warga sekolah di era digital.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!