Pemkab Sukabumi Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
"Kami masih lost contact dengan daerah-daerah tersebut, namun kami telah menyiapkan tiga jalur alternatif untuk wilayah timur, tengah, dan barat," ujarnya.
Untuk wilayah timur, jalan terputus di Kecamatan Nyalindung, sementara untuk wilayah barat menuju Pelabuhanratu, meski ada longsor, jalur tersebut sudah dapat dilalui.
Pemerintah daerah juga sudah menetapkan Pendopo Pelabuhanratu sebagai posko utama bencana.
"Kami juga telah mengirimkan bantuan berupa selimut dan makanan ke lapangan," tambahnya.
Terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai banjir hingga atap rumah, serta sejumlah kendaraan roda empat terbawa banjir, Ade Suryaman mengungkapkan bahwa pihaknya masih melakukan verifikasi data.
"Kami belum bisa memastikan informasi tersebut, karena beberapa daerah masih terisolasi dan sulit dijangkau," katanya.
"Jadi, data laporan daerah-daerah yang belum bisa terhubungi, seperti daerah-daerah selatan, kalau lampunya mati mereka itu signalnya jelek juga terputus. Selain itu, kondisi jalan terputus signalnya terputus juga susah untuk komunikasi. Kita tahu bersama, bahwa Kabupaten Sukabumi, terluas sehingga jangkauannya untuk mengetahuinya sangat jauh," imbuhnya.
Penyebab bencana ini diduga akibat hujan terus-menerus yang menyebabkan sungai-sungai meluap. Sekda juga menyoroti pentingnya pengerukan di dermaga Pelabuhanratu, karena sungai yang sudah dangkal berpotensi memperburuk banjir. "Namun, pengerukan ini merupakan kewenangan pemerintah Provinsi Jawa Barat," tambahnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!