BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026

Pemkab Kuningan Gelar Diskusi Budaya “Nu Ngora Nu Ngabudaya”

ED
Senin, 26 September 2022 | 16:13 WIB
Bagikan
Pemkab Kuningan Gelar Diskusi Budaya “Nu Ngora Nu Ngabudaya”

VISI.NEWS | KUNINGAN - Sejatinya, kesadaran untuk melestarikan warisan budaya bangsa memang harus dimulai dari para generasi muda karena di pundaknyalah ada potensi besar yang dapat memotivasi berbagai pihak.

Demi mempertahankan seni dan budaya Indonesia, khususnya budaya Sunda, perlu ditanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda sejak dini. Baik di lingkungan sekolah maupun keluarga yang merupakan tempat awal seseorang memperoleh pendidikan.

Sehingga, akan terbangun kesadaran untuk melestarikan, menjaga, serta melindungi budaya sebagai warisan orang tua dan nenek moyang.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Kuningan H. M Ridho Suganda, SH., M.Si, dalam diskusi budaya yang mengangkat tema “Nu Ngora Nu Ngabudaya”, Sabtu (14/9/2022), di Saung Kopi Hawu, Jl. DR. IR. Soekarno, Jalan Baru Purwawinangun-Cirendang.

Lebih lanjut Wabup mengemukakan, kondisi terkini yang terjadi di masyarakat, generasi muda justru lebih mengagung-agungkan kebudayaan bangsa lain. Menganggap bahwa kebudayaan bangsa lain menjadikan mereka berstatus sosial tinggi di hadapan teman sebayanya.

Bahkan, sambungnya, tidak jarang pula, sebagian dari mereka merasa malu dan enggan untuk sekadar turut berpartisipasi dalam kegiatan yang bertemakan kebudayaan.

“Sebagian dari mereka (anak muda) beranggapan, bahwa kebudayaan bangsa lain jauh lebih keren dan modern apabila disandingkan dengan kebudayaan bangsa sendiri. Bahkan, ironisnya, sebagian pula dari mereka mengejek, mengolok-olok, bahkan merendahkan kebudayaan bangsa yang telah menjadi warisan kebanggaan negeri selama puluhan tahun lamanya,” terangnya, dilansir dari laman resmi Pemkab Kuningan.

Menurutnya, warisan atau aset bangsa bukan merupakan sesuatu yang kuno. Warisan kebudayaan yang merupakan aset bangsa, justru menjadi sesuatu kebanggaan yang menunjukkan ciri khas bangsa Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Budaya, lanjutnya, memiliki fungsi sebagai identitas peradaban suatu masyarakat atau negara yang menjadikannya pembeda antara bangsa satu dengan yang lain.

Bahkan, budaya berfungsi pula sebagai pembatas, pembentuk perilaku kelompok masyarakat, dan media komunikasi.

“Saya bangga sebagai orang Sunda. Sampai mati pun saya seneng jadi orang Sunda,” tandas wabup.

Selanjutnya Wabup mengajak, generasi muda untuk terlibat dalam melestarikan budaya. Ia juga meminta generasi milenial tidak menganggap hal-hal keren dan menarik adalah sesuatu yang modern atau kebarat-baratan saja.

“Orang Sunda memiliki karakter yang ramah-ramah dan sopan santun. Budaya adalah peradaban. Kalau tidak ada peradaban berarti tidak bermoral. Jangan sampai kita tidak tahu siapa kita sebenarnya, sebab itu membuat kita kehilangan jati diri,” pungkasnya.

Selain Wakil Bupati Kuningan, pembicara pada diskusi tersebut adalah anggota DPRD Fraksi PDIP Rana Suparman, Deputi Bank Indonesia Perwakilan Cirebon Gatot Kurniawan, dan budayawan Sunda Budi Dalton. @fen

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.