Pemkab dan Basarnas Tutup Operasi Pencarian Korban Tanah Longsor Cilacap
“PVMBG akan menilai mana wilayah yang harus direlokasi. Data itu juga menjadi dasar penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati sebagai syarat administrasi pembangunan huntara dan hunian tetap,” katanya.
Bupati mengatakan sedikitnya 16 rumah yang terdampak langsung sudah masuk daftar prioritas relokasi.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Cilacap Muhammad Abdullah menyampaikan permohonan maaf dan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat selama operasi pencarian.
“Operasi SAR hari ke-10 ini kami nyatakan selesai dan ditutup. Dua korban tidak ditemukan, masing-masing satu di lokasi A dan satu di lokasi B,” katanya selaku SAR Mission Coordinator (SMC).
Selain melibatkan personel Basarnas Kantor SAR Cilacap, kata dia, pelaksanaan operasi pencarian korban tanah longsor tersebut didukung oleh Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Yogyakarta, dan Kantor SAR Bandung.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur TNI, Polri, relawan, pemerintah daerah, dan potensi SAR lainnya yang telah bekerja keras selama operasi berlangsung,” kata Abdullah.
Bencana tanah longsor terjadi pada Kamis (13/11) pekan lalu sekitar pukul 19.00 WIB, serta menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.
Berdasarkan laporan awal usai kejadian, jumlah warga terdampak bencana tanah longsor sebanyak 46 orang terdiri atas 23 korban selamat, dua korban meninggal dunia, dan 21 orang dalam pencarian.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!