Pemkab Bojonegoro Ajak Masyarakat Cegah Sinusitis dan Polip Hidung
Jika tidak diobati, sinusitis dapat berkembang menjadi komplikasi serius, seperti polip hidung. Dan jika dibiarkan dapat menyebabkan infeksi mata, kerusakan tulang dan kulit, dan sebagainya.
Polip hidung adalah pertumbuhan abnormal pada mukosa hidung yang dapat menyebabkan penyumbatan atau obstruksi saluran pernafasan di hidung secara permanen. Polip disebabkan pengumpulan mukosa yang meradang dan mengakibatkan penonjolan seperti daging. Dampaknya bisa menyebabkan sesak napas, gangguan tidur, dan berdengung pada telinga. Visualnya, polip terlihat seperti lemak yang berkumpul.
dr. Sucipto mengatakan, sinusitis dan polip hidung dapat terjadi di semua rentang usia. “Segala usia dapat berisiko terserang sinusitis maupun polip hidung, tergantung faktor penyebabnya,” jelasnya.
Berikut faktor penyebab sinusitis dapat dikategorikan dalam tiga aspek:
1. Host, yaitu manusia. Penderita atau pasien harus memiliki kekebalan tubuh yang kuat, menjaga kebersihan diri, serta berpikir positif agar terhindar dari penyakit sinusitis.
2. Agent, yaitu objek dari luar. Penyakit sinusitis dapat disebabkan faktor luar seperti virus, bakteri, atau jamur. Beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan sinusitis adalah streptococcus, staphylococcus, dan hemophilus influenza. Pada beberapa kasus, dicegah/dikurangi dengan pemberian vaksin.
3. Environment atau lingkungan. Udara yang dingin, berasap, serta kelembaban yang tinggi merupakan beberapa faktor lingkungan yang dapat memicu terjadinya penyakit sinusitis. Orang yang tinggal di daerah dengan curah hujan tinggi juga lebih rentan terkena sinusitis.
Pengobatan sinusitis, lanjut dr Sucipto, tergantung pada kondisi dan tingkat keparahan, Tetapi bisa meliputi pengobatan medis atau operasi. Ada beberapa cara untuk mencegah atau mengurangi risiko sinusitis, termasuk menjaga kebersihan dan kesehatan. @redho
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!