Pemkab Bandung Berikan 1.264 Paket Sembako kepada Ojeg Pangkalan di Tiga Kecamatan
"Para tukang ojeg pangkalan, ibunya atau istrinya yang di rumah tak ada kegiatan dan tak kerja ke pabrik, kalau mau membuka usaha warung dan lainnya, silahkan untuk mengajukan pinjaman. Bisa digunakan untuk dagang cireng, seblak, bala-bala dan lain-lain," katanya.
Menurutnya, bagi masyarakat yang berminat, khususnya ojeg pangkalan bisa datang ke BPR Kerta Raharja dan Bank BJB. "
Itu uang Pemkab Bandung yang dititipkan ke bank. Nasabah enggak perlu bayar bunganya, karena bunganya sudah disubsidi oleh Pemkab Bandung. Cukup mengembalikan pokoknya, tanpa ada administrasi dan biaya lainnya," ujarnya.
Dirinya berharap melalui program pinjaman itu masyarakat sejahtera. "Kalau masyarakat punya penghasilan bisa sejahtera," katanya.
Bupati Bandung menambahkan bahwa Ia pun telah menggulirkan program kartu tani untuk mempertahankan ketahanan pangan di Kabupaten Bandung. Bupati Bandung pun berusaha untuk mencegah terjadi alih fungsi lahan pertanian abadi menjadi kawasan pabrik dan perumahan. "Maka ada keputusan per 1 Januari 2023, bagi petani padi yang memiliki lahan abadi dibebaskan tidak usah bayar pajak setiap tahunnya. Itu sebagai bentuk perhatian terhadap para petani, selain pemberian hibah Rp 25 miliar untuk para petani," tuturnya.
Selain itu Bupati Dadang Supriatna pun memaparkan program rutilahu bagi sekitar 7000 rumah tidak layak huni setiap tahunnya, sudah terealisasi pada 2022 lalu mencapai 7.400 rumah
"Tahun 2023 ini kita memprogramkan 7000 rumah dan ada bantuan dari Anggota DPR RI Pak H. Cucun dan Pak H. Anang ," katanya.
Ia juga berharap kepada masyarakat untuk tidak menganggu para pengusaha yang berinvestasi. Untuk mendukung investasi itu, Bupati Bandung pun memberikan kemudahan dalam proses pembuatan izin.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!