Pemilu Korsel 2025 Digelar 3 Juni, Ini Isu Panas dan Calon Unggulan
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 2 Juni 2025 | 22:30 WIB
VISI.NEWS | SEOUL - Korea Selatan akan menggelar pemilihan presiden (pilpres) pada Selasa (3/6/2025), menyusul ketegangan politik yang memuncak pada akhir 2024. Pemilu dipercepat setelah Presiden Yoon Suk Yeol dimakzulkan, menyusul deklarasi darurat militer yang kontroversial.
Darurat militer yang diumumkan Yoon pada Desember 2024 sempat memicu protes luas, terutama karena dianggap sebagai manuver untuk mengatasi kebuntuan antara eksekutif dan parlemen yang dikuasai oposisi. Penolakan dari anggota legislatif diwarnai upaya pelarangan masuk gedung parlemen oleh militer, namun parlemen akhirnya berhasil membatalkan status darurat.
Tak lama setelah itu, oposisi dari Partai Demokratik mengajukan pemakzulan, yang kemudian dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi Korea Selatan, memaksa Yoon lengser dan membuka jalan bagi pemilu presiden lebih awal dari jadwal.
Dari enam kandidat yang maju, tiga nama teratas mendominasi panggung kontestasi:
- Lee Jae Myung (Partai Demokratik) – unggul dalam survei dengan dukungan 49%.
- Kim Moon Soo (Partai Kekuatan Rakyat/PPP) – mendapatkan 36% dukungan.
- Lee Jun Seok (Partai Reformasi Baru) – mencuri perhatian pemilih muda.
- Tarif tinggi dari Amerika Serikat
- Ketegangan dengan Korea Utara
- Krisis angka kelahiran rendah
- Hubungan dagang dengan China
- Isu kesetaraan gender dan hak perempuan
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!