Pemilik 995 Airsoft Gun di Sekolah Pondok Pinang Terungkap
Ilustrasi senjata api./visi.news/iStock.
Alhadid, yang juga menjadi kuasa mantan ketua yayasan berinisial IWD, mengatakan dirinya telah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Ia juga telah menunjukkan surat izin kepemilikan ratusan airsoft gun dengan nomor SI/5483-XII/2008 kepada kepolisian.
Menurut Alhadid, sebanyak 995 pucuk senjata tersebut merupakan airsoft gun dan bukan senjata api. Sementara itu, senjata api yang ditemukan hanya satu pucuk dan disebut memiliki pemilik serta izin kepemilikan.
"Kalau senjata api itu bukan punya Lokta, tapi ada pemiliknya, juga ada izinnya juga, satu (pucuk) kalau tidak salah. Pemiliknya nanti saya buka di Polres, karena itu ada izinnya, dan tidak ada magazinnya, tidak ada amunisinya," bebernya.
Senjata Disimpan untuk Rencana Ekskul Menembak
Alhadid juga menjelaskan alasan ratusan airsoft gun tersebut berada di lingkungan sekolah. Menurut dia, senjata-senjata tersebut disimpan di gudang sekolah karena terdapat rencana kegiatan ekstrakurikuler menembak target di sekolah tersebut.
Dari temuan tersebut, 995 pucuk senjata yang diamankan terdiri atas empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter, dan 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 milimeter.
Polisi menyebut ratusan airsoft gun tersebut merupakan barang impor dari luar negeri. Kepolisian masih mendalami peruntukan impor ratusan senjata tersebut serta alasan senjata disimpan di ruangan yang dikaitkan dengan mantan ketua yayasan.
Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan seluruh aspek kepemilikan, perizinan, serta penyimpanan senjata yang ditemukan di sekolah swasta tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!