Pemilik 995 Airsoft Gun di Sekolah Pondok Pinang Terungkap

Desi Rossilawati
Sabtu, 8 Agustus 2026 | 10:53 WIB
Bagikan
Pemilik 995 Airsoft Gun di Sekolah Pondok Pinang Terungkap

Ilustrasi senjata api./visi.news/iStock.

VISI.NEWS - Polisi mengungkap pemilik senjata yang ditemukan di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sebanyak 995 pucuk senjata yang ditemukan diketahui merupakan airsoft gun, sedangkan satu pucuk lainnya merupakan senjata api.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge tersebut diketahui dimiliki pria berinisial DS. Berdasarkan penelusuran kepolisian, DS merupakan direktur PT Lokta Karya Perbakin.

"Jadi kalau dilihat penelusuran dari identitas ini yang bersangkutan merupakan direktur ya, terhadap suatu perusahaan PT LKP. LKP ini terkait tentang impor senjata angin ataupun senjata airsoft gun," kata Budi Hermanto dalam keterangannya dikutip, Sabtu (8/8/2026).

Namun, Budi mengungkapkan DS telah meninggal dunia pada 2020. Polisi kemudian mengamankan senjata tersebut untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut.

"Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menemukan bahwa Saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020. Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut," ujarnya.

Selain menelusuri kepemilikan senjata api tersebut, polisi juga berencana memeriksa pria berinisial IWD atau IW yang merupakan mantan ketua yayasan. Ratusan senjata ditemukan tersimpan di ruangan yang berkaitan dengan IWD.

995 Airsoft Gun Diklaim Milik Lokta Karya Perbakin

PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) sebelumnya memberikan penjelasan mengenai temuan ratusan senjata tersebut. Direktur Utama PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin), Alhadid Endar Putra, menyebut 995 pucuk senjata tersebut merupakan milik perusahaan dan telah memiliki izin resmi.

"Benar, itu milik Lokta Karya Perbakin. Itu sudah jelas, ada izinnya yang 995 pucuk itu berupa airsoft gun," ujar Alhadid Endar Putra saat dihubungi detikcom, Jumat (7/8/2026).

Alhadid, yang juga menjadi kuasa mantan ketua yayasan berinisial IWD, mengatakan dirinya telah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Ia juga telah menunjukkan surat izin kepemilikan ratusan airsoft gun dengan nomor SI/5483-XII/2008 kepada kepolisian.

Menurut Alhadid, sebanyak 995 pucuk senjata tersebut merupakan airsoft gun dan bukan senjata api. Sementara itu, senjata api yang ditemukan hanya satu pucuk dan disebut memiliki pemilik serta izin kepemilikan.

"Kalau senjata api itu bukan punya Lokta, tapi ada pemiliknya, juga ada izinnya juga, satu (pucuk) kalau tidak salah. Pemiliknya nanti saya buka di Polres, karena itu ada izinnya, dan tidak ada magazinnya, tidak ada amunisinya," bebernya.

Senjata Disimpan untuk Rencana Ekskul Menembak

Alhadid juga menjelaskan alasan ratusan airsoft gun tersebut berada di lingkungan sekolah. Menurut dia, senjata-senjata tersebut disimpan di gudang sekolah karena terdapat rencana kegiatan ekstrakurikuler menembak target di sekolah tersebut.

Dari temuan tersebut, 995 pucuk senjata yang diamankan terdiri atas empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter, dan 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 milimeter.

Polisi menyebut ratusan airsoft gun tersebut merupakan barang impor dari luar negeri. Kepolisian masih mendalami peruntukan impor ratusan senjata tersebut serta alasan senjata disimpan di ruangan yang dikaitkan dengan mantan ketua yayasan.

Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan seluruh aspek kepemilikan, perizinan, serta penyimpanan senjata yang ditemukan di sekolah swasta tersebut.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.