Pemerintah Targetkan BBM E20 Berlaku Nasional Mulai 2029

Desi Rossilawati
Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:52 WIB
Bagikan
Pemerintah Targetkan BBM E20 Berlaku Nasional Mulai 2029

Ilustrasi./visi.news/bisnis.com.

VISI.NEWS - Pemerintah Indonesia menargetkan penerapan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran etanol 20 persen atau E20 dapat diimplementasikan secara nasional pada 2029. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Elen Setiadi, menyampaikan target tersebut dalam acara MINDialogue di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Elen menjelaskan, mandatori pencampuran bioetanol dalam bensin domestik saat ini baru mencapai lima persen atau E5.

“Kami berharap dapat menerapkan campuran etanol 20 persen pada tahun 2029,” ujar Elen Setiadi dalam keterangannya dikutip, Kamis (13/8/2026).

Untuk mendukung perluasan mandatori E20, pemerintah berencana meningkatkan produksi bahan baku etanol dengan memanfaatkan komoditas pertanian domestik. Komoditas yang akan diandalkan antara lain tebu dan singkong.

Sumber utama molase atau tetes tebu untuk program tersebut diharapkan berasal dari proyek lumbung pangan (food estate) yang baru dikembangkan, termasuk pengembangan pertanian skala besar di Papua.

Elen menekankan pentingnya membangun ekosistem energi yang kuat untuk mempercepat industrialisasi nasional sekaligus menjamin keberlanjutan sektor industri.

Elen menegaskan arahan Presiden melalui program Asta Cita menempatkan ketahanan energi sebagai fondasi penting yang kemudian diikuti dengan hilirisasi industri.

“Arahan Presiden di bawah program Asta Cita jelas: ketahanan energi adalah fondasi krusial, diikuti oleh hilirisasi industri,” katanya.

Menurut Elen, perkembangan geopolitik global, termasuk konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah, memberikan pelajaran penting bagi Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya memperkuat pengelolaan sumber daya alam dan mengurangi kerentanan energi nasional.

Program Biodiesel B50

Elen juga menunjuk program nasional biodiesel 50 atau B50 sebagai salah satu contoh upaya memperkuat ketahanan energi. Ia mencatat, program tersebut telah efektif mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar diesel.

Selain mengembangkan program energi terbarukan untuk jangka panjang, pemerintah tetap berkomitmen menjaga keterjangkauan energi melalui BBM bersubsidi, termasuk solar dan Pertalite.

“Presiden telah menjamin bahwa harga BBM bersubsidi, baik solar maupun Pertalite, akan tetap pada level saat ini hingga akhir tahun,” tegas Elen.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.