Pemerintah Fokus pada Pemberdayaan Penyandang Disabilitas, Tindak Lanjuti Program Prabowo
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 1 Desember 2024 | 16:09 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan perhatian besar Presiden Prabowo Subianto terhadap penyandang disabilitas, yang tercermin dalam visi misi Asta Cita. Dalam perayaan Hari Disabilitas Internasional 2024 yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, pada Minggu (1/12/2024), Gus Ipul mengungkapkan bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas adalah salah satu prioritas dalam program strategis nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo.
Program Kemensos untuk Disabilitas Sebagai respons terhadap arahan Presiden, Gus Ipul menyampaikan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah menjalankan sejumlah program pemberdayaan penyandang disabilitas, antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sosial, dan atensi. Untuk mendukung kebutuhan sehari-hari penyandang disabilitas, Kemensos juga memberikan bantuan makanan bergizi kepada 33.000 penyandang disabilitas setiap hari, dengan pemberian makanan dua kali sehari (pagi dan siang) selama setahun penuh.
"Presiden sangat punya perhatian terhadap saudara-saudara kita penyandang disabilitas, bahkan tertuang di dalam Asta Cita. Tertuang juga di dalam program strategis nasional yang dibuat oleh Bapak Presiden Pak Prabowo," kata Gus Ipul.
"Kementerian Sosial diminta menindaklanjuti lewat program-program yang sesuai dengan kebutuhan saudara-saudara kita penyandang disabilitas," katanya.
Gus Ipul juga menambahkan bahwa pendataan penyandang disabilitas terus berjalan untuk memastikan bahwa program-program pemberdayaan dapat tepat sasaran. Pendataan ini bertujuan untuk memperbaiki akurasi data, yang akan mendukung keberhasilan program-program yang ada.
"Mulai dengan pendataan, pendataan sedang berlangsung, tetapi existing program-program layanan terhadap saudara-saudara kita penyandang disabilitas terus jalan, sambil memperbaiki data supaya lebih akurat," ucapnya.
"Programnya macam-macam, Program Keluarga Harapan, lewat bantuan sosial, atensi, dan juga per makanan. Ada 33.000 teman-teman penyandang disabilitas, tiap hari kita beri dukungan makanan bergizi, sehari dua kali, pagi dan siang, selama satu tahun penuh," katanya.
Peluang Kerja bagi Penyandang Disabilitas Selain pemberdayaan sosial dan ekonomi, Gus Ipul mendorong instansi pemerintah, BUMN, dan sektor swasta untuk lebih aktif dalam merekrut penyandang disabilitas sebagai pegawai. Sesuai dengan kebijakan, 2% kuota untuk penyandang disabilitas diterapkan untuk instansi pemerintah dan BUMN, sementara sektor swasta diwajibkan untuk merekrut minimal 1% penyandang disabilitas.
"Ada kewajiban bagi instansi pemerintah, untuk mempekerjakan atau untuk merekrut saudara-saudara kita yang penyandang disabilitas sebanyak 2 persen, itu untuk pemerintah dan BUMN, sementara yang untuk swasta itu 1 persen," jelasnya.
"Nah tantangannya sekarang adalah bagaimana teman-teman difabel ini itu memiliki kapasitas, memiliki kemampuan, jika nanti ada ruang-ruang yang ada di setiap instansi baik pemerintah maupun swasta," katanya.
Peningkatan Kepedulian Pemerintah dan Masyarakat Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Norman Yulian, juga memberikan apresiasi atas langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah.
"Alhamdulillah saat ini, kita sebagai organisasi sudah sangat menjadi mitra pemerintah. Tidak hanya dari Kementerian Sosial, semua kementerian sudah mulai menjadi prioritas terhadap isu-isu disabilitas," kata Norman.
Cerita Inspiratif dari Penyandang Disabilitas Seorang penyandang disabilitas tuna netra, Aris, yang juga merupakan sarjana komputer pertama yang tunanetra dari Universitas Pamulang, menyampaikan harapannya agar lebih banyak penyandang disabilitas diberi kesempatan yang setara untuk berprestasi.
"Saya adalah penyandang disabilitas netra yang pertama menerima gelar Sarjana Komputer, S.Kom dari Universitas Pamulang, dan Indonesia, saat ini saya adalah orang yang pertama," kata Aris.
"Jadi yang saya harapkan dalam kegiatan ini adalah bisa memotivasi, seluruh rekan-rekan disabilitas di Indonesia dan masyarakat dalam hal ini, tidak melulu tentang charity, tapi juga bisa berprestasi dari sisi akademis dan pekerjaan," katanya.
@ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!