Pembangunan Rumah Tahfiz di Ciparay Dimulai, Bupati Bandung Ingatkan Hafal 1 Juz Bisa Kuliah Gratis
Lebih lanjut Bupati Dadang kembali mensosialisasikan pemberian insentif untuk guru ngaji di Kabupaten Bandung dengan alokasi anggaran sebesar Rp 109 miliar. "Merupakan anggaran insentif terbesar se-Indonesia dan digulirkan saat pandemi Covid-19," ujarnya
Dirinya memiliki keyakinan, tegaknya suatu daerah bergantung pada empat golongan. Pertama, ilmunya para ulama, kedua adilnya para pemimpin, ketiga para agnia yang dermawan dan keempat doanya para fakir miskin. "Kenapa saya memperhatikan para ulama, sebab saya yakin tanpa ilmunya para ulama, belum tentu kita akan seperti ini," katanya.
Oleh karenanya semenjak dirinya menjadi Bupati Bandung, janji politik untuk pemberian insentif guru ngaji segera direalisasikan. "Hampir 17.000 guru ngaji dengan anggaran Rp 109 miliar. Termasuk marbot dan DKM Masjid juga dapat insentif," katanya.
Menurutnya didalam program insentif guru ngaji ini terdapat BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Disaat guru ngaji meninggal dunia maka ahli warisnya mendapat jaminan kematian sebesar Rp. 42 juta dan anaknya juga mendapatkan beasiswa sebesar Rp. 174 juta.
Dihadapan para jamaah, bupati menegaskan bahwa ia memiliki keyakinan setiap orang yang bertransaksi dengan Allah SWT, maka Allah akan menjaminnya. "Terbukti dalam pendapatan asli daerah akhir Desember 2021 Kabupaten Bandung hanya Rp. 960 miliar. Berkahnya ketika kita memuliakan ulama, diluar dugaan walaupun dalam kondisi pandemi dan inflasi, tapi PAD Kabupaten Bandung pada Desember 2022 Rp. 1,269 triliun. Naiknya hampir Rp. 308 miliar atau sekitar 30 persen," pungkasnya. @gvr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!