Pembangunan BRT Bandung Dimatangkan, Halte Akan Dijaga Ketat
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 9 April 2025 | 16:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung tengah melakukan pemetaan dampak dari penerapan sistem Bus Rapid Transit (BRT), serta menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung yang dibutuhkan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan survei wilayah yang akan dilintasi jalur BRT, baik yang menggunakan marka jalan biasa maupun jalur dengan separator beton sebagai pembatas khusus.
Dalam rangka memastikan kesiapan, Farhan meninjau sejumlah titik strategis seperti Halte Alun-alun Asia Afrika, Jalan Otista, Museum Sri Baduga di Jalan BKR, pintu masuk ITC Kebon Kalapa, dan Warung Ceu Mar di Jalan Naripan.
Farhan menegaskan pentingnya menghitung segala kemungkinan dampak yang bisa muncul akibat pembangunan ini.
“Kita hitung dampak apa saja yg bisa terjadi pada pembangunan jalur BRT tersebut. Kehadiran BRT dengan terminalnya ini memberikan kenyamanan dan keamanan. Itu yang menjadi perhatian kami,” ujarnya.
BRT Bandung dijadwalkan beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. Farhan menginstruksikan agar halte dijaga dengan ketat, termasuk dengan menutupnya pada malam hari menggunakan pagar tralis, untuk mencegah penyalahgunaan halte sebagai tempat tidur atau toilet umum.
Lebih jauh, Farhan berharap sistem BRT ini akan turut meningkatkan daya tarik wisata Kota Bandung, terutama karena halte-halte dibangun di dekat lokasi wisata dan kuliner populer, seperti Museum Sri Baduga dan Warung Ceu Mar. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!