Peluncuran Buku Sejarah Baru Kemungkinan Ditunda, Kata Mensesneg
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 6 Agustus 2025 | 10:30 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Peluncuran buku hasil proyek penulisan ulang sejarah Indonesia yang semula direncanakan bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia pada Minggu (17/8/2025) kemungkinan besar akan mengalami penundaan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/8/2025).
"Ada kemungkinan mundur," ujarnya singkat saat ditanya soal jadwal peluncuran buku tersebut.
Proyek ambisius ini diprakarsai oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang menggandeng 130 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Proses penulisan ulang ini bertujuan untuk menyusun narasi sejarah nasional yang lebih komprehensif dan inklusif.
Namun, proyek ini juga menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Sejumlah kalangan, mulai dari akademisi hingga masyarakat sipil, melontarkan kritik dan kekhawatiran terkait potensi politisasi dan penyimpangan narasi sejarah.
Menanggapi hal itu, Fadli Zon menegaskan bahwa proyek ini tidak bertujuan untuk memanipulasi atau menghapus sejarah, melainkan untuk menyusun kembali secara ilmiah dan bertanggung jawab berdasarkan temuan-temuan terbaru.
“Kita melibatkan 130 para sejarawan, para ahli-ahli sejarah. Untuk sekarang ini, kita tulis 10 bab, tapi tidak (secara) detail tentunya, termasuk dari temuan-temuan awal,” jelas Fadli.
Uji publik dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli, sebagai bentuk transparansi dan partisipasi publik dalam proses penulisan sejarah nasional ini.
@ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!