Pelayaran Labuan Bajo Kembali Dibuka Pascagempa M6,2

Desi Rossilawati
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:40 WIB
Bagikan
Pelayaran Labuan Bajo Kembali Dibuka Pascagempa M6,2

Kegiatan pelayaran dari Labuan Bajo./visi.news/infotren.

VISI.NEWS - Kegiatan pelayaran dari Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali dibuka setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini tsunami pascagempa, Sabtu (15/8/2026).

Pembukaan kembali aktivitas pelayaran tersebut diumumkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Labuan Bajo melalui Maklumat Pelayaran Nomor 05/MP-VIII/2026.

Dalam maklumat tersebut, otoritas pelabuhan menyatakan kegiatan pelayaran dapat kembali dilakukan setelah BMKG menyatakan potensi tsunami telah aman. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama.

"Menindaklanjuti informasi BMKG bahwa potensi tsunami dinyatakan aman, maka pelayaran dari Labuan Bajo dinyatakan dibuka kembali dengan tetap memperhatikan keselamatan pelayaran," tulis Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Labuan Bajo.

Nakhoda Diminta Pantau Cuaca dan Gelombang

Otoritas pelabuhan meminta seluruh nakhoda untuk melakukan pemantauan secara mandiri terhadap kondisi cuaca dan gelombang selama pelayaran.

Nakhoda juga diwajibkan segera melaporkan apabila menemukan kejadian menonjol yang berkaitan dengan gempa maupun potensi tsunami.

"Nakhoda wajib memantau secara mandiri perkembangan cuaca dan gelombang dalam pelayarannya serta melaporkan apabila terdapat kejadian menonjol terkait gempa atau potensi tsunami," sebut Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Labuan Bajo.

Selain itu, kapal yang mengalami kendala dan membutuhkan pertolongan atau evakuasi diminta segera menghubungi pihak Syahbandar maupun Basarnas.

"Kapal-kapal wajib melaporkan kepada Syahbandar/Basarnas apabila terdapat korban yang perlu dilakukan tindakan atau evakuasi," lanjutnya.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah sekitar Labuan Bajo, NTT, pada Sabtu pagi.

BMKG mencatat gempa tersebut terjadi pada pukul 05.13 WIB dengan pusat gempa berada sekitar 46 kilometer timur laut Labuan Bajo.

"Gempa 6,2 di 46 km Timur Laut LABUAN BAJO-NTT," tulis BMKG melalui akun X, Sabtu (15/8/2026).

Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer.

Setelah peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir, aktivitas pelayaran dari Labuan Bajo kembali diizinkan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan kondisi laut.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.