Pelaksana Bimbingan Ibadah pada Sektor Bir Ali, Moh. Khusen, Jelaskan Protokol Keamanan dan Kenyamanan Jemaah Lansia
Jika pembimbing ibadah lain sudah hadir di bis, Moh. Khusen memberikan kesempatan kepada mereka untuk memimpin bimbingan niat ihram secara bersama-sama sebelum jemaah berangkat menuju Makkah. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua jemaah, baik yang turun maupun yang tinggal di dalam bis, telah mengikuti prosedur yang benar.
Gartaman, yang bertugas sebagai pelaksana layanan jemaah lansia dan difabel di Sektor Bir Ali, turut menjelaskan bahwa koordinasi dengan para pembimbing ibadah di setiap kloter dan bis sangat penting. "Kami berusaha untuk meyakinkan jemaah, terutama yang sudah mengenakan pakaian ihram, bahwa mereka tidak perlu turun di Bir Ali. Lansia dan jemaah berisiko tinggi cukup melaksanakan salat di dalam bis," ujar Gartaman, yang juga membantu Moh. Khusen dalam bimbingan ibadah.
Data dari Sektor Bir Ali mencatat bahwa pada hari pertama keberangkatan, Sabtu (10/5/2025), sebanyak 74 bis dengan 2.846 jemaah berangkat menuju Makkah. Pada hari kedua, jumlah bis meningkat menjadi 184, dengan 6.277 jemaah. Total dua hari pertama, 9.123 jemaah telah memasuki Makkah menggunakan 258 bis, yang menunjukkan tingginya mobilitas jemaah yang melewati Bir Ali.
Bir Ali, yang dikenal juga sebagai Sumur Ali atau Zul Khulaifah, adalah miqat makani bagi jemaah haji yang datang dari Madinah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah. Meskipun banyak jemaah yang memilih untuk turun di Bir Ali untuk salat sunnah taubat dan salat ihram, Moh. Khusen menekankan bahwa protokol kesehatan dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama, terutama bagi jemaah yang memiliki kondisi fisik terbatas. Sementara itu, fasilitas seperti toilet, kamar mandi, dan masjid tersedia di kompleks Bir Ali yang kini terus diperluas dan dibangun untuk mendukung kelancaran ibadah haji.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!