Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Pelajaran untuk Sepak Bola Indonesia dari Tragedi di Stadion

ED
Sabtu, 17 Agustus 2024 | 16:40 WIB
Bagikan
Pelajaran untuk Sepak Bola Indonesia dari Tragedi di Stadion

Bersamaan dengan tindakan sementara berupa larangan suporter tandang, FIFA juga telah mendorong PSSI untuk memberlakukan sistem registrasi guna membantu mengidentifikasi dan meminta pertanggungjawaban suporter yang tidak tertib, yang mengganggu, dan melakukan kekerasan di pertandingan.

Tindakan ini meniru Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), yang menghadapi krisis serupa pada tahun 1989. Setelah periode hooliganisme sepak bola yang terkenal kejam, yang mencapai titik terendahnya dengan tewasnya 97 suporter Liverpool dalam tragedi stadion Hillsborough tahun 1989, FA membuat perubahan mendasar pada sepak bola di Inggris.

Keamanan di stadion ditingkatkan, peraturan baru yang mengatur sepak bola disusun, dan FA memikirkan kembali hubungannya dengan suporter. Telah terjadi transisi dari kehadiran polisi yang besar di stadion sepak bola dan beralih ke petugas keamanan, staf terlatih khusus yang menyeimbangkan tanggung jawab keamanan dengan membantu para penonton.

Langkah-langkah lain yang dapat ditiru Indonesia dari Inggris termasuk mewajibkan semua stadion untuk menggunakan kursi tunggal, yang berarti tidak ada area berdiri, yang jauh lebih aman untuk meredakan penggemar yang tidak tertib. FA juga memastikan bahwa pagar pembatas yang tinggi antara tribun dan lapangan dihilangkan, karena dipahami dapat memicu perilaku yang lebih buruk dari para penggemar.

Hooliganisme belum sepenuhnya hilang dari sepak bola di Inggris, tetapi skala kekerasan terhadap penggemar sepak bola telah menurun secara signifikan dibandingkan dengan tahun 1980-an.

Pentingnya peraturan dan infrastruktur

Setelah Hillsborough, otoritas Inggris bergerak untuk mengubah setiap aspek pengalaman penggemar.

Bagi sebagian orang, peraturan tersebut telah menumpulkan sebagian dari semangat dan antusiasme penonton. Namun, FA menganggapnya sebagai tindakan yang diperlukan untuk menyelamatkan nyawa dan memastikan Hillsborough tidak pernah terulang.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.