Pelajaran untuk Sepak Bola Indonesia dari Tragedi di Stadion
Bersamaan dengan tindakan sementara berupa larangan suporter tandang, FIFA juga telah mendorong PSSI untuk memberlakukan sistem registrasi guna membantu mengidentifikasi dan meminta pertanggungjawaban suporter yang tidak tertib, yang mengganggu, dan melakukan kekerasan di pertandingan.
Tindakan ini meniru Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), yang menghadapi krisis serupa pada tahun 1989. Setelah periode hooliganisme sepak bola yang terkenal kejam, yang mencapai titik terendahnya dengan tewasnya 97 suporter Liverpool dalam tragedi stadion Hillsborough tahun 1989, FA membuat perubahan mendasar pada sepak bola di Inggris.
Keamanan di stadion ditingkatkan, peraturan baru yang mengatur sepak bola disusun, dan FA memikirkan kembali hubungannya dengan suporter. Telah terjadi transisi dari kehadiran polisi yang besar di stadion sepak bola dan beralih ke petugas keamanan, staf terlatih khusus yang menyeimbangkan tanggung jawab keamanan dengan membantu para penonton.
Langkah-langkah lain yang dapat ditiru Indonesia dari Inggris termasuk mewajibkan semua stadion untuk menggunakan kursi tunggal, yang berarti tidak ada area berdiri, yang jauh lebih aman untuk meredakan penggemar yang tidak tertib. FA juga memastikan bahwa pagar pembatas yang tinggi antara tribun dan lapangan dihilangkan, karena dipahami dapat memicu perilaku yang lebih buruk dari para penggemar.
Hooliganisme belum sepenuhnya hilang dari sepak bola di Inggris, tetapi skala kekerasan terhadap penggemar sepak bola telah menurun secara signifikan dibandingkan dengan tahun 1980-an.
Pentingnya peraturan dan infrastruktur
Setelah Hillsborough, otoritas Inggris bergerak untuk mengubah setiap aspek pengalaman penggemar.
Bagi sebagian orang, peraturan tersebut telah menumpulkan sebagian dari semangat dan antusiasme penonton. Namun, FA menganggapnya sebagai tindakan yang diperlukan untuk menyelamatkan nyawa dan memastikan Hillsborough tidak pernah terulang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!