IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Pejabat Sepak Bola Iran Tinggalkan Kanada Jelang FIFA

Desi Rossilawati
Kamis, 30 April 2026 | 12:14 WIB
Bagikan
Pejabat Sepak Bola Iran Tinggalkan Kanada Jelang FIFA

Timnas Iran./visi.news/CNN Indonesia.

VISI.NEWS | JAKARTA - Sejumlah pejabat tinggi Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) dilaporkan meninggalkan Kanada sebelum dimulainya Kongres FIFA yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Keputusan tersebut diambil setelah mereka disebut mengalami perlakuan yang dianggap tidak pantas saat pemeriksaan imigrasi di Bandara Internasional Toronto.

Media Iran pada Rabu (29/4/2026) melaporkan bahwa Presiden FFIRI Mehdi Taj, bersama sekretaris jenderal dan wakil sekretaris jenderal, memilih kembali ke Turkiye dengan penerbangan pertama yang tersedia setelah insiden di bandara tersebut. Mereka sebelumnya diketahui memasuki Kanada menggunakan visa resmi untuk menghadiri agenda FIFA.

“Mereka kembali ke Turkiye dengan penerbangan pertama karena perilaku tidak pantas petugas imigrasi di bandara dan penghinaan terhadap salah satu lembaga paling terhormat dari Angkatan Bersenjata Iran,” demikian laporan sejumlah media Iran seperti dikutip AFP, meski tidak merinci bentuk insiden yang dimaksud dikutip, Kamis (30/4/2026).

Konteks insiden ini tidak dapat dilepaskan dari kebijakan pemerintah Kanada yang sejak 2024 menetapkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris. Kebijakan tersebut berdampak pada larangan masuk bagi individu yang memiliki keterkaitan dengan IRGC. Dalam laporan yang beredar, Presiden FFIRI Mehdi Taj disebut memiliki latar belakang sebagai mantan anggota IRGC, yang diduga menjadi salah satu faktor sensitif dalam proses pemeriksaan imigrasi.

Otoritas Kanada sendiri tidak memberikan komentar terhadap kasus individu karena alasan privasi, namun menegaskan sikap umum terkait kebijakan imigrasi mereka.

“Pejabat IRGC tidak dapat diterima di Kanada dan tidak memiliki tempat di negara kami,” demikian pernyataan resmi otoritas imigrasi Kanada.

Pemerintah Kanada juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pihak yang dianggap memiliki keterkaitan dengan IRGC. Menteri Keamanan Publik Kanada, Gary Anandasangaree, sebelumnya menyebut langkah tersebut sebagai prioritas pemerintah di tengah kekhawatiran adanya ratusan individu dengan latar belakang serupa yang masih memiliki izin tinggal.

Insiden ini turut menambah dinamika hubungan Iran dan negara Barat, khususnya dalam konteks olahraga internasional yang berada di bawah naungan FIFA. Situasi tersebut terjadi menjelang Kongres FIFA, di saat isu geopolitik kembali beririsan dengan agenda sepak bola global.

Di sisi lain, ketidakpastian juga sempat muncul terkait partisipasi Iran di Piala Dunia menyusul meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah. Namun, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa pemain Iran tetap diizinkan tampil dalam turnamen tersebut, meski ada kemungkinan pembatasan terhadap anggota delegasi tertentu.

“Tidak ada seorang pun dari AS yang memberi tahu mereka bahwa mereka tidak boleh datang,” ujar Rubio, sembari menambahkan bahwa individu dengan kaitan tertentu tetap dapat menghadapi pembatasan masuk.

Hingga kini, FIFA menegaskan bahwa Iran tetap berada dalam daftar peserta resmi kompetisi, meski dinamika diplomatik dan keamanan masih menjadi faktor yang terus dipantau menjelang pelaksanaan agenda internasional tersebut. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.