Pecinta Bola Wajib Tahu, Dosen UNS Beberkan Cara Aman Begadang Saat Piala Dunia
Ilustrasi. /visi.news/ai
VISI NEWS | SURAKARTA – Euforia Piala Dunia selalu menjadi momen yang dinantikan jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia. Tak sedikit pecinta bola yang rela begadang hingga dini hari demi menyaksikan tim favorit bertanding. Namun, di balik keseruan tersebut, kesehatan dan produktivitas tetap perlu menjadi perhatian.
Ketua Program Studi Magister (S2) Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. dr. Sinu Andhi Jusup, M.Kes., AIFM, mengingatkan bahwa menonton sepak bola dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan selama dilakukan secara seimbang dan tidak berlebihan.
Menurutnya, menjalankan hobi yang disukai, termasuk menonton pertandingan sepak bola, dapat memicu tubuh menghasilkan hormon endorfin yang berperan menciptakan perasaan senang dan nyaman.
“Ketika seseorang melakukan hobi yang disukainya, tubuh dapat memproduksi hormon endorfin yang menimbulkan perasaan senang dan nyaman. Perasaan tersebut membantu tubuh menjadi lebih rileks, meningkatkan kepuasan emosional, serta berpotensi mengurangi tingkat stres,” ujar Dr. Sinu, Senin (8/6/2026).
Tak Sekadar Hiburan
Dr. Sinu menjelaskan, menonton sepak bola bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memiliki nilai sosial yang cukup besar. Momen menyaksikan pertandingan bersama sering dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarteman, rekan kerja, keluarga, hingga tetangga.
Atmosfer kebersamaan saat mendukung tim favorit dinilai mampu membangun komunikasi yang lebih akrab dan memperluas jaringan sosial.
“Menonton pertandingan bersama bisa menjadi sarana membangun relasi dan memperkuat hubungan sosial dengan orang-orang di sekitar,” katanya.
Tantangan Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada menghadirkan tantangan tersendiri bagi penggemar sepak bola di Indonesia. Perbedaan zona waktu membuat sebagian besar pertandingan berlangsung pada malam hingga dini hari waktu Indonesia.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu pola tidur masyarakat apabila tidak diatur dengan baik. Karena itu, Dr. Sinu mengingatkan agar antusiasme mengikuti pertandingan tidak sampai mengorbankan kesehatan maupun kinerja sehari-hari.
“Perlu diwaspadai jangan sampai hobi yang satu ini mengganggu atau menurunkan kinerja di tempat kerja, kantor atau sekolah, karena rasa kantuk dan lesu akibat kurang tidur semalam,” ujarnya.
Empat Tips Tetap Bugar Saat Nonton Piala Dunia
Untuk membantu para penggemar sepak bola menikmati pertandingan tanpa mengorbankan kesehatan, Dr. Sinu membagikan sejumlah tips sederhana yang bisa diterapkan selama musim Piala Dunia.
1. Atur Pola Tidur dengan Strategi “Split Sleep”
Menurutnya, orang dewasa idealnya tetap memenuhi kebutuhan tidur sekitar enam hingga tujuh jam per hari.
Jika pertandingan berlangsung lewat tengah malam, penggemar sepak bola disarankan tidur lebih awal terlebih dahulu, kemudian memasang alarm sebelum pertandingan dimulai.
“Bila pertandingan lewat tengah malam, sebaiknya tidur dulu, setel alarm setengah jam sebelum pertandingan. Tidur bisa dilanjutkan lagi setelah pertandingan selesai. Itu namanya split sleep,” jelasnya.
Sebaliknya, jika pertandingan berlangsung pada pukul 22.00 atau 23.00, sebaiknya langsung menonton dan segera tidur setelah laga berakhir tanpa berlama-lama merayakan kemenangan tim favorit.
Tidur siang juga bisa menjadi alternatif untuk menambah waktu istirahat sebelum begadang menonton pertandingan malam.
2. Jangan Duduk Terlalu Lama
Kebiasaan duduk berjam-jam di depan televisi atau layar gawai dapat menyebabkan otot menjadi kaku dan pegal.
Karena itu, Dr. Sinu menyarankan penonton untuk tetap bergerak selama pertandingan berlangsung, terutama saat jeda babak pertama.
“Pada saat istirahat setengah main, penonton perlu berdiri, jalan-jalan sebentar, atau melakukan peregangan leher, pinggang, tangan, dan kaki supaya otot tidak kaku atau pegal,” ujarnya.
Aktivitas ringan tersebut juga dapat membantu mengurangi rasa kantuk dan menjaga tubuh tetap segar.
3. Pilih Camilan yang Lebih Sehat
Menonton sepak bola identik dengan konsumsi makanan ringan atau camilan. Namun, Dr. Sinu mengingatkan agar penggemar bola lebih selektif dalam memilih makanan selama begadang.
Ia menyarankan untuk mengurangi konsumsi gorengan dan menggantinya dengan pilihan yang lebih sehat seperti kacang sangrai, kacang oven, atau ubi rebus.
Untuk minuman, kopi sebaiknya dibatasi cukup satu cangkir dan diimbangi dengan konsumsi air putih yang cukup.
“Ngemil boleh, tetapi pilih yang lebih sehat agar tubuh tetap bugar selama mengikuti pertandingan,” katanya.
4. Tetap Produktif dan Jaga Emosi
Musim Piala Dunia, menurut Dr. Sinu, tidak boleh dijadikan alasan untuk menunda pekerjaan atau mengabaikan tanggung jawab sehari-hari.
Ia menyarankan agar pekerjaan penting diselesaikan lebih awal pada siang atau sore hari ketika kondisi fisik dan konsentrasi masih optimal.
Selain itu, penggemar sepak bola juga perlu menjaga kondisi mental dan emosional. Kemenangan maupun kekalahan tim favorit tidak seharusnya memengaruhi suasana hati secara berlebihan.
“Kalah menang itu biasa, tidak usah dibawa emosi sampai mempengaruhi mood atau semangat kerja. Jangan sampai ketika tim favorit kalah, produktivitas anjlok,” tegasnya.
Keseimbangan Jadi Kunci
Dr. Sinu menekankan bahwa menikmati Piala Dunia merupakan hal yang wajar dan bahkan dapat memberikan manfaat psikologis melalui pelepasan hormon endorfin yang meningkatkan rasa bahagia.
Namun, manfaat tersebut hanya akan dirasakan jika aktivitas menonton dilakukan secara seimbang dengan pola hidup sehat, istirahat yang cukup, serta pengelolaan emosi yang baik.
Dengan menerapkan pola tidur yang tepat, tetap aktif bergerak, memilih camilan sehat, dan menjaga produktivitas, para penggemar sepak bola dapat menikmati seluruh pertandingan Piala Dunia tanpa harus mengorbankan kesehatan maupun aktivitas sehari-hari.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!