PBB Desak India dan Pakistan Tahan Diri di Tengah Krisis Kashmir
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 26 April 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | KASHMIR - Ketegangan antara India dan Pakistan kembali meningkat setelah serangan berdarah di Kashmir yang menewaskan 26 warga sipil. Untuk dua malam berturut-turut, pasukan kedua negara terlibat baku tembak di sepanjang Garis Kontrol (LoC), wilayah perbatasan de facto di Kashmir.
Militer India, dalam keterangan resminya yang dikutip AFP pada Sabtu (26/4/2025), menyebut bahwa sejumlah pos militer Pakistan melakukan penembakan senjata ringan tanpa provokasi pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Tentara India mengaku telah memberikan respons setimpal, meski tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.
Ketegangan ini dipicu oleh serangan bersenjata di kawasan wisata Pahalgam, Kashmir, yang menewaskan puluhan orang. New Delhi menuding Islamabad berada di balik serangan itu, sementara Pakistan membantah keras keterlibatan mereka, menyebut tuduhan tersebut 'konyol'.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turut angkat suara, mendesak kedua negara untuk menahan diri guna mencegah krisis regional semakin memburuk.
Sejak berpisah dari Inggris tahun 1947, India dan Pakistan terus bersitegang memperebutkan Kashmir, yang saat ini terbagi dua. Pemberontakan bersenjata di wilayah Kashmir yang dikuasai India pun terus berlangsung sejak 1989, dengan sebagian besar kelompok mengusung misi kemerdekaan atau bergabung dengan Pakistan.
Pihak kepolisian India mengungkapkan bahwa dua dari tersangka pelaku serangan di Pahalgam merupakan warga negara Pakistan. Operasi perburuan besar-besaran kini tengah berlangsung di wilayah tersebut. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!