Paus Fransiskus Desak Penyelidikan Genosida di Gaza dan Serukan Perdamaian Global
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 19 November 2024 | 23:00 WIB
VISI.NEWS | VATIKAN - Paus Fransiskus untuk pertama kalinya mendesak penyelidikan atas dugaan genosida yang terjadi di Gaza. Dalam bukunya yang baru diterbitkan pada Minggu (17/11/2024), Paus menyatakan perlunya penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah tindakan Israel di Gaza memenuhi definisi genosida menurut hukum internasional.
Buku yang berjudul "Hope Never Disappoints. Pilgrims Towards a Better World" ini memuat pandangan Paus yang lebih terbuka mengenai perang Gaza, yang telah berlangsung lebih dari setahun sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
"Menurut beberapa ahli, apa yang terjadi di Gaza memiliki karakteristik genosida," tulis Paus dalam kutipan buku yang diterbitkan di halaman depan harian Italia, La Stampa, pada hari Minggu (17/11/2024).
"Hal itu harus dipelajari dengan saksama untuk menentukan apakah (situasi) sesuai dengan definisi teknis yang dirumuskan oleh para ahli hukum dan badan-badan internasional," tambahnya.
Paus juga sering mengungkapkan keprihatinannya terhadap banyaknya korban jiwa akibat serangan militer Israel di Gaza, yang menurut data Kementerian Kesehatan Hamas mencapai lebih dari 43.000 korban, sebagian besar di antaranya adalah warga sipil.
Respon dari Israel datang melalui Kedutaan Besar Israel di Vatikan yang membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap warga Israel merupakan sebuah pembantaian genosida dan Israel hanya melakukan pembelaan diri terhadap serangan itu.
"Terjadi pembantaian genosida pada tanggal 7 Oktober 2023 terhadap warga negara Israel, dan sejak saat itu, Israel telah menjalankan haknya untuk membela diri terhadap upaya dari tujuh pihak yang berbeda untuk membunuh warga negaranya," kata pernyataan tersebut.
Di media sosial X, Paus Fransiskus juga mengajak umat untuk berdoa untuk perdamaian di berbagai wilayah konflik seperti Ukraina, Palestina, Israel, Lebanon, Myanmar, dan Sudan, sambil menegaskan bahwa perang merendahkan martabat manusia dan mendorong toleransi terhadap kejahatan yang tak bisa diterima. Ia berharap para pemimpin dunia akan mendengarkan seruan rakyat yang mendambakan perdamaian.
"Perang merendahkan martabat manusia, membuat kita menoleransi kejahatan yang tidak dapat diterima. Semoga para pemimpin mendengarkan seruan rakyat yang mendambakan perdamaian," tulis Paus.
Sebelumnya, Komite Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menyatakan bahwa tindakan Israel di Gaza mencerminkan ciri-ciri genosida, dengan tuduhan menggunakan kelaparan sebagai metode perang, yang kemudian dikritik keras oleh sekutu utama Israel, Amerika Serikat. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!