Patung Trump–Epstein Bergaya Titanic Gegerkan Washington
Menurut informasi yang beredar, patung tersebut dipasang sejak Selasa, 10 Maret 2026, dan rencananya akan berada di kawasan National Mall hingga Jumat, 13 Maret 2026. Selain patung utama, terdapat pula sekitar sepuluh spanduk yang dipasang di sekeliling area instalasi. Spanduk itu menampilkan berbagai pesan satir yang menyinggung situasi politik saat ini.
Dalam pernyataan yang dikutip media lokal, Secret Handshake menyebut pemasangan instalasi ini berkaitan dengan apa yang mereka sebut sebagai “tahun spanduk” bagi Trump.
“Tahun ini penuh dengan simbol dan pesan. Kami hanya menambahkan satu lagi interpretasi artistik ke ruang publik,” tulis kelompok tersebut dalam pernyataan singkat.
Aksi ini bukan pertama kalinya kelompok itu membuat sensasi di National Mall. Tahun sebelumnya, instalasi patung lain yang juga menggambarkan Trump dan Epstein pernah muncul di lokasi yang sama. Dalam karya tersebut, kedua figur digambarkan sedang berpegangan tangan sambil melompat bersama, dengan plakat yang menyebutkan bahwa patung itu “merayakan ikatan abadi antara Presiden Donald J. Trump dan ‘sahabat terdekatnya,’ Jeffrey Epstein.”
Tak berhenti di situ, Secret Handshake juga pernah memamerkan sebuah kartu ucapan ulang tahun raksasa setinggi tiga meter yang didedikasikan untuk Epstein. Instalasi itu muncul bertepatan dengan hari ulang tahunnya dan menampilkan replika pesan yang diduga pernah dikirim oleh Trump. Para pengunjung bahkan diizinkan menandatangani kartu tersebut, menjadikannya bagian dari karya seni interaktif.
Seorang wisatawan lain, Linda Martinez, mengaku melihat instalasi itu sebagai bentuk kritik sosial yang kuat.
“Ini jelas provokatif, tapi seni memang sering digunakan untuk memancing percakapan. Orang mungkin tidak setuju, tapi mereka pasti akan membicarakannya,” kata Martinez.
Hingga kini, pihak pengelola taman nasional belum memberikan komentar resmi terkait instalasi tersebut. Namun, kemunculan patung itu kembali memunculkan perdebatan tentang batas antara seni, satire politik, dan ruang publik di ibu kota Amerika Serikat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!