Patimban Disiapkan Jadi Penopang Logistik Tanjung Priok
Pelabuhan Patimban./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Pelabuhan Patimban disiapkan pemerintah untuk melengkapi peran Pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini telah mengalami kepadatan. Kehadiran pelabuhan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, itu juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan industri di wilayah Jawa Barat serta Jawa Tengah.
CEO PT Pelabuhan Patimban International (PPI), Fuad Rizal, mengatakan pembangunan Pelabuhan Patimban bertujuan menjadi pelengkap bagi Pelabuhan Tanjung Priok dalam melayani arus logistik nasional.
"Tujuan Pelabuhan Patimban ini dibuat oleh pemerintah sebenarnya untuk mengkomplementer Pelabuhan Tanjung Priok yang memang sudah sangat padat," ujar Fuad dalam keterangannya dikutip, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, keberadaan Pelabuhan Patimban diharapkan dapat menunjang aktivitas industri yang terus berkembang di Jawa Barat maupun Jawa Tengah.
"Dengan adanya Pelabuhan Patimban tentunya pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan industri dari kawasan Jawa Barat maupun Jawa Tengah bisa dapat dilayani oleh Pelabuhan Patimban," imbuhnya.
Fuad menjelaskan, terminal kendaraan di Pelabuhan Patimban saat ini memiliki kapasitas 218 ribu unit kendaraan per tahun. Sementara itu, terminal peti kemas memiliki kapasitas terpasang sebesar 525 ribu TEU (Twenty-foot Equivalent Unit).
"Kapasitas yang sudah kami terima, diserahterimakan saat ini dari Kementerian Perhubungan, untuk terminal kendaraan itu sebesar 218 ribu kendaraan per tahun. Kemudian untuk terminal peti kemas, kapasitas terpasangnya saat ini 525 ribu TEUs," jelasnya.
Dalam operasionalnya, PT Pelabuhan Patimban International bekerja sama dengan Patimban International Car Terminal (PICT) untuk pengelolaan terminal kendaraan dan Patimban Global Terminal (PGT) untuk terminal peti kemas. PGT didukung oleh Toyota Tsusho, Mediterranean Shipping Company (MSC) melalui Africa Global Logistics, serta Samudera Indonesia.
Fuad mengungkapkan, sejak terminal kendaraan mulai beroperasi pada 2022, sekitar 70 persen ekspor kendaraan Indonesia melalui Pelabuhan Patimban berasal dari Toyota dan Daihatsu.
"Sejak tahun 2022, kami mulai beroperasi terminal kendaraan, sampai hari ini di tahun 2026 atau 2025 ya, kita konsisten telah melakukan kegiatan bongkar muat di atas 200 ribu kendaraan per tahun," ungkap Fuad.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia, Takeda Sachiko, mengatakan pembangunan Pelabuhan Patimban merupakan bagian dari upaya mengurangi kepadatan logistik di sekitar Jakarta sekaligus memperkuat jaringan ekspor kawasan industri di Jawa Barat.
Menurutnya, banyak perusahaan Jepang yang beroperasi di kawasan tersebut membutuhkan pelabuhan dengan akses logistik yang lebih efisien guna mendukung aktivitas ekspor.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!