Pastor Diculik dalam Serangan Dini Hari di Kaduna, Keamanan Nigeria Utara Kembali Dipertanyakan
ED
Editor
M Purnama Alam
Senin, 9 Februari 2026 | 14:04 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Serangan bersenjata kembali mengguncang Nigeria utara ketika sekelompok orang tak dikenal menyerbu sebuah kediaman pastor Katolik di Negara Bagian Kaduna pada Sabtu dini hari waktu setempat. Tiga orang dilaporkan tewas dan seorang pastor bersama sejumlah warga lainnya diculik dalam insiden yang menambah daftar panjang kekerasan di kawasan tersebut.
Penyerbuan terjadi di Distrik Kauru, wilayah yang dalam beberapa tahun terakhir kerap dilanda aksi bandit bersenjata dan penculikan massal. Keuskupan Katolik Kafanchan mengidentifikasi pastor yang diculik sebagai Pastor Nathaniel Asuwaye, pemimpin Paroki Gereja Katolik Tritunggal Mahakudus di Karku. Menurut pihak gereja, serangan dimulai sekitar pukul 03.20 dini hari.
Dalam pernyataan resminya, keuskupan menyebut sedikitnya sepuluh orang lainnya turut diculik dalam penyerangan tersebut, selain sang pastor. Gereja juga melaporkan adanya tiga warga sipil yang tewas.
Namun, keterangan dari pihak kepolisian Kaduna menunjukkan perbedaan data. Juru bicara kepolisian setempat menyatakan jumlah korban penculikan sebanyak lima orang, sementara tiga korban tewas merupakan anggota aparat keamanan yang terlibat baku tembak dengan para penyerang.
“Petugas keamanan terlibat baku tembak dengan para bandit dan menewaskan beberapa di antaranya. Namun, dua prajurit dan seorang polisi gugur,” ujarnya.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah aparat keamanan mengumumkan keberhasilan menyelamatkan 166 jemaat yang sebelumnya diculik dalam serangan terhadap dua gereja lain di Kaduna. Rangkaian kejadian tersebut mempertegas rapuhnya situasi keamanan di Nigeria utara, terutama bagi komunitas sipil dan tempat ibadah.
Sorotan internasional pun kembali mengarah ke Nigeria. Kelompok hak asasi manusia Amnesty International menilai kondisi keamanan di negara itu kian memburuk. Dalam pernyataannya, organisasi tersebut menyebut krisis keamanan di Nigeria “semakin tak terkendali” dan menuding pemerintah menunjukkan “ketidakmampuan serius” dalam melindungi warga sipil dari pembunuhan serta penculikan yang marak terjadi di wilayah pedesaan.
Dari Vatikan, Paus Leo turut menyampaikan keprihatinan dan solidaritasnya kepada para korban kekerasan di Nigeria.
Dalam pidato mingguannya di Lapangan Santo Petrus, ia mengatakan, “Saya berharap otoritas terkait terus bertindak dengan tekad untuk memastikan keamanan dan perlindungan nyawa setiap warga.”
Hingga kini, pihak kepresidenan Nigeria belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan terbaru tersebut. Sementara itu, upaya pencarian terhadap para korban yang diculik masih terus dilakukan aparat keamanan setempat di tengah situasi yang tetap mencekam. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!