Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

Pasca Hujan Deras, Banjir Rendam Rumah Warga di Kampung Cikupa

ED
Rabu, 6 November 2024 | 08:12 WIB
Bagikan
Pasca Hujan Deras, Banjir Rendam Rumah Warga di Kampung Cikupa

VISI.NEWS | PAMEUNGPEUK - Banjir melanda Kampung Cikupa, Desa Bojongmanggu, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Selasa (5/11/2024) malam.

Bencana tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 16.00 WIB, dan puncaknya terjadi pada pukul 20.00 WIB.

Ellsa Oktaviani (23), salah satu warga Kampung Cikupa, mengungkapkan meskipun rumahnya dilengkapi dengan penahan air, banjir tetap merendam lantai satu rumahnya. Ia juga menyaksikan kejadian dramatis ketika roda pedagang ayam tepung terseret arus deras.

"Kalau di rumah aku air nggak masuk karena di rumah pake penahan kaya besi gitu, kalau enggak pake otomatis masuk ke rumah gitu. Tapi ini biasanya ke lantai satu masuk," ujar Ellsa, salah satu warga di Kampung Cikupa. "Jadi awalnya itu teh roda ada di depan rumah cuma agak pinggiran dikit, kayanya si pedagangnya lagi masuk di dalem warung niatnya mau dimasukkin tapi keburu air nya gede, otomatis ke bawa ditambah arus gede jadi orang-orang gak berani mau nahan roda yang kebawa arus," katanya. Ellsa mengaku saat ini dilanda khawatir banjir meluas karena hujan masih mengguyur.

"Warga was-was banjir, apalagi yang di dalem gang kan otomatis di pinggir jalan orang-orang pada waspada karena takut air masuk ke dalam rumah," jelasnya. Di Kampung Muara, Desa Banjaran Wetan, Banjaran, banjir merendam sejumlah rumah hingga mencapai ketinggian dua meter. Dias Candra (21), warga setempat, menjelaskan bahwa air mulai masuk ke rumahnya pada pukul 18.30 WIB. "Kondisinya sekarang memang rumah saya ada di dataran bawah. Jadi lebih deket sama aliran sungai. Nah air di rumah saya sekarang ada sekitar 2 meter," kata Dias. Dias Candra (21), warga Kampung Muara, Desa Banjaran Wetan, Banjaran, menceritakan kondisi banjir yang merendam lantai bawah rumahnya hingga setinggi dua meter. Bersama keluarganya, Dias kini mengungsi ke lantai dua rumah mereka.

"Kebetulan rumah saya ada dua lantai, di lantai bawah mah udah laput ketutupan air," katanya. Ia menjelaskan bahwa akses menuju rumahnya kini sangat sulit karena banjir telah melumpuhkan kampung tersebut.

"Akses jalan juga sekarang sulit. Soalnya semua ketutup banjir. Tadi juga ada yang dievakuasi dari atas genteng ke rumah warga lain yang ada lantai duanya," tuturnya.

Meski terjebak, sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing atau mengungsi ke rumah tetangga yang memiliki lantai dua. Dias menambahkan kini pemadaman listrik dilakukan untuk mencegah risiko korsleting. Menurut Dias, banjir seperti ini bukanlah hal baru. Ia sudah mengalami kejadian serupa sejak kecil.

"Ini kejadian banjir memang sudah sering. Saya di sini udah dari SD, memang banjirnya dari saya masih kecil. Jadi kalau curah hujan tinggi, pasti banjir. Nah kalau di daerah atas Arjasari hujan, pasti ke sini jadi banjir," pungkasnya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.